Warung Bebas
Showing posts with label Cerita Bokep. Show all posts
Showing posts with label Cerita Bokep. Show all posts

Monday, April 8, 2013

Cerita Bokep Ngentot Gadis ABG 17 Tahun

Cerita Bokep Ngentot Gadis ABG 17 Tahun - Pada mulanya aku tidak begitu tertarik dengan namanya chatting. Tetapi lama kelamaan aku jadi ketagihan dan setiap hari aku selalu meluangkan waktu Untuk beberapa saat lamanya sembari mengerjakan tugas harian di kantor. "Cerita Sex" Baik itu melalui MIRC ataupun di YM. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu dunia cyber. Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname Jingga yang kebetulan aku suka banget dengan warna purple. "Cerita Dewasa"

Cerita Bokep Ngentot

Cerita Bokep Ngentot Gadis ABG 17 Tahun - Hingga sampailah aku di pertemukan dengan cewek yang berumur 17 tahun yang mempunyai nama asli Adinda. Adinda yang masih berstatus pelajar di salah satu SMU negeri di Jakarta dan tinggal di sekitar Jakarta Barat. Dengan paras yang cantik serta bentuk tubuh yang sexy di dukung penampilannya yang selalu mengenakan rok abu-abunya di atas lutut. Menjadikan dirinya patut untuk di kagumi oleh setiap lelaki. Apalagi dengan hem putihnya yang sedikit transparan setiap Adinda berangkat ke sekolah. Begitu

menerawang terbentuk segaris Bra 36 warna hitam kesukaannya menjadikan setiap mata yang memandangnya tak akan berkedip sedetikpun. Adinda adalah anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang di Jakarta. Kesibukan papanya sebagai seorang pengusaha, menjadikan Adinda selalu merasa kesepian. Demikian juga dengan Mamanya yang selalu sibuk dengan urusan arisan, shopping, senam, salon dan banyak lagi kesibukan yang datang tak pernah habisnya. Karena merasa kesepian

setiap pulang dari sekolah ataupun saat libur sekolah, menjadikan Adinda tumbuh tanpa seorang figur dari keluarganya. Kalau melihat kepribadiannya Adinda sebenarnya mempunyai kepribadian yang periang dan ramah.Semua itu bisa di lihat dengan kesehariannya yang selalu tersenyum kepada semua orang yang di jumpainya. Demikian juga saat bertemu denganku lewat Chatting. Setiap perjumpaan selalu diakhiri dengan kesan yang baik, bagaimanapun juga aku sangat menghargai. Kejujurannya yang menceritakan masalah keluarganya yang super sibuk dan mantan cowoknya yang berpaling darinya, karena tidak bisa bersabar menghadapi Adinda yang belakangan menjadi pemurung. Sifatnya yang pemurung itu disebabkan oleh suasana keluarganya yang mulai tidak

harmonis lagi dan menjadikan sosok Adinda menjadi minder di sekolahnya. Hingga pada satu kesempatan dia memutuskan ingin bertemu secara langsung denganku. Hari itu setelah kita chatting beberapa saat, tiba-tiba dia menangis dan butuh teman untuk curhat secara langsung dan alasannya, karena dia sudah akrab dan percaya kepadaku. Setelah menentukan tempat yang cukup aman, sejuk udaranya dan tidak bising akhirnya aku sepakat menemuinya. Dengan perasaan deg-degan, sepanjang perjalanan aku berpikir ada masalah apa dengan Adinda. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku benar- benar ketemu dengannya. Sesaat Aku terkagum-kagum melihat penampilannya hari itu. Berbeda dengan kesehariannya yang selalu mengenakan seragam sekolah. Hari itu Adinda

mengenakan stelan celana jeans agak belel warna biru di padu dengan kaos putih ketat yang menonjol di bagian dadanya. Rambut panjangnya di biarkannya tergerai menyentuh bahunya melewati leher jenjangnya yang putih bersih. Dari penampilannya yang mengagumkan aku sempat menelan ludah sesaat. Adinda adalah sosok cewek idolaku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan lekukan Pantatnya yang sexy tecetak jelas di celananya yang ketat juga. Membuat aku menelan terdiam

sesaat, sambil membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan dia. Di sebuah cafe yang suasananya pada siang itu tidak begitu ramai, dengan hanya beberapa pengunjung, menjadikan pertemuanku dengan nya akan sangat berkesan tentunya. Selama pembicaraan di cafe, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Adinda yang cantik dan manis sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang merekah. Untuk menghilangkan rasa cemasku, aku berusaha membuka pembicaraan dengan menanyakan bagaimana kesannya setelah bertemu dan ada masalah apa sampai dia memintaku datang menemuinya. Pertemuan itu sebenarnya hanya sekedar alasannya aja agar bisa ngobrol denganku dan mengenal lebih dekat siapa diriku sebenarnya. Hal itu aku

ketahui setelah kami terlibat perbincangan serius di cafe dan dia berterima kasih, kalau selama ini aku bisa dengan penuh kesabaran mendengarkan semua masalah yang di hadapinya. "Diet.. Boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Adinda tiba-tiba. "Boleh.. Ada apa emangnya?" tanyaku balik. "Aku mulai merasakan semua kasih sayang kamu selama ini," jawabnya. "Dan aku juga ingin memberikan hal yang sama buat kamu," lanjutnya. Aku hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasannya, dengan lembut aku memeluk tubuhnya untuk meyakinkan bahwa semua yang kulakukan tulus adanya. Dan dengan pelan aku genggam jemari tangannya yang halus serta aku pegang dagunya dengan lembut bibirku menyentuh bibirnya yang terbuka sedikit. Yang tak lama aku telah menciumi leher Adinda yang terlihat sangat bersih dan putih. "Adinda aku sayang kamu..," bisikku di telinganya lirih. Adinda semakin erat memelukku sebagai ungkapan kebahagiaannya atas sikapku. Setelah perbincangan di cafe selesai, Adinda mengajakku untuk bersantai sejenak sambil beristirahat dengan memesan sebuah kamar di sebuah hotel yang tak jauh letaknya dari cafe tersebut. "Diet.. Ohh..,"

desah Adinda ketika aku mencumbu lehernya setelah kita sampai di kamar. Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Adinda yang jenjang. "Akhh Diet.." tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Adinda yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya. "Ooohh.. Diet.." desahnya lirih. Adinda mulai terangang ketika ujung lidahku menjilati bukit payudaranya yang berukuran 36 itu. Aku semakin berani untuk melakukan yang Iebih jauh.. Dengan meremas payudara yang satunya. "Adinda.. Sayang, aku buka baju kamu yah.."? bisiku di telinganya. Adinda hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan pakaiannya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan Bra warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya

yang putih nampak dengan jelas di depanku. Setelah terbuka, kembali aku mengulum bibirnya yang merekah. Lidahku menjelajahi rongga di langit-langit mulutnya dan sesekali menghisap lidah Adinda yang mulai terangsang dengan ciumanku. Tanganku yang nakal mulai melepas Bra warna hitam miliknya. Dan.. Wow.. Tersembullah puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Adinda untuk kemudian mulai menjilati puting Adinda yang berwarna kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat putingnya berdiri dengan kencang.. Sedangkan tangan kananku memilin puting yang lainnya. "Ooohh Diet.. Enak sekali sayang..," rintih Adinda. Dan saat aku mulai menegang..

Adinda berusaha bangkit dari tempat tidur, tapi aku tidak memberikan kesempatan Adinda untuk bangkit dari pinggir ranjang. Parfum Adinda yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Aku beranikan diri untuk mulai membuka celana jeans serta CD hitam berenda yang dipakainya. Dan darahku mendesir saat melihat gundukan yang ditumbuhi dengan rambut yang hitam lebat. Tanpa berpikir panjang, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Adinda. "Oohh.. Diet.. Nikmat.. Sayang," Adinda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang kewanitaannya. "Akhh.. Kamu pintar sekali sayaang.." Desah Adinda disaat jilatanku semakin cepat, Adinda sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda mau orgasme dan sesaat kemudian.. "Mass Adiet.. Sayang.. Aku nggak tahan.. Oohh.. Mass aku mau.." Adinda menggelinjang hebat sambil menjepit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa semakin terbenam di selangkangannya. "Maass.. Ookkhh.. Aakuu keluaarr.." Jeritnya lirih. Adinda merintih panjang saat mencapai orgasmenya yang pertama, dia tersenyum puas. Aku biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan.

Aku memperhatikan Adinda begitu puas dengan pemanasan tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran lumayan besar, langsung menghujam celah kenikmatan Adinda sembari bibirku mengulum

payudaranya. "Aaakhh.. Diet..," desah Adinda, saat penisku melesak ke dalam lubang vaginanya. "Diet.. Penis kamu ohh.." desahnya kemudian. Aku merasakan setiap jepitan bibir vaginanya yang begitu ketat, sampai terasa begitu nikmat lubang senggama Adinda. Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Adinda yang pertama kalinya merasakan nikmatnya bercinta. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Adinda

menggelinjang hebat karena dia mulai bisa merasakan dan menikmati permainan ini. "Diet.. Sudah.. Sayang.. Akhh.." sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina Adinda menjepit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Adinda. Aku tidak mempedulikan desahan Adinda yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tiba-tiba Adinda mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian. "Diet.. Aku.. Mau.. Keluarr lagi.. Aaakk.. Sayang, aku.. Nggak tahan.." Seiring jeritan itu, aku merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang penisku. "Aaakhh.. Sayang.. Enak sekali.. Ooohh..," rintih Adinda lirih. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh Adinda. Disaat aku mulai mencapai klimaks, aku meminta Adinda berganti posisi diatas.

"Adinda.. Sayang kamu diatas yah.."Pintaku Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Adinda bangkit dan langsung menancapkan penisku dalam-dalam di lubang kewanitaannya. "Akhh gila, penis kamu enak banget Maas.. Ooohh.." Adinda merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya. "Aduhh enak Diet.." desahnya lagi. Goyangan pinggul Adinda membuat gelitikan halus di penisku.. "Adinda.. Sayang.. Akh..," aku mengerang kenikmatan saat Adinda menggoyang pinggulnya.

"Diet.. Aku mau keluar nih..," sambil merintih panjang, Adinda menekankan dalam-dalam Tubuhnya hingga penisku amblas ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan tanda-tanda akan mencapai orgasme. "Aaahh.. Ahh.. Ohh," teriakku "Crott.." bersamaan dengan menyemburnya spermaku. Aku biarkan spermaku menyembur di dalam vaginanya. Sebagian dari spermaku langsung meleleh di sekujur pahanya yang mulus. Setelah itu Adinda berjalan menuju ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dari vaginanya. Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru pertama kalinya Adinda bercinta denganku, dia

mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. "Diet.. Kapan kamu ada waktu lagi untuk melakukan semua ini sayang," tanya Adinda. Aku menjawab lirih, "Terserah Kamu deh, aku akan selalu sediakan waktu untuk kamu." "Makasih sayang.. Kamu telah memberikan apa yang selama ini belum aku rasakan," kata Adinda. Kemudian aku mengecup kembali Bibirnya yang merekah sebagai tanda kasih sayangku kepada Adinda yang tulus. TAMAT

Cerita Porno Akibat nonton Film BF Bokep

Cerita Porno Akibat nonton Film BF Bokep - Cerita Hangat Awal Nonton BF - Namaku Iwan (nama samaran). Aku itu sudah kuliah semester dua di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Aku tinggal masih bareng orangtua dan adikku yang masih SMP, Dina namanya (juga samaran). Orangtuaku dua-duanya kerja. Jadi rumah sering tinggal adikku dan aku saja, sama pembantu. Pada waktu sore rumah sedang kosong, orangtua sedang pergi dan kebetulan pembantu juga sedang tidak ada. Adikku sedang pergi. Aku menyewa VCD BF XX dan X2. Aku senang sekali, karena tidak ada gangguan pas sedang nonton.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE8DBdU6PA89x4UlyxyM0_2iwS3vwHSy3XKfX-DyFvOevkEXiIZcP-lN9xUSh_3U9vx4hyIaMyErqbFTo2aRwdp75KmYbTTjEIhWW4JbOcVewE1LcuQUl7kgEOllT4iuZy0xeyUC8RAuNr/s1600/gadis-763536.jpg

Cerita X2 di VCD itu kebetulan bercerita tentang seks antara adik dan kakak. Gila sekali deh adegannya. Kupikir kok bisa ya. Eh, aku berani tidak ya melakukan itu sama adikku yang masih SMP? tapi kan adikku masih polos sekali, kalau di film ini mah sudah jago dan pro, pikirku dalam hati. Sedang nonton plus mikir gimana caranya melakukan sama adikku, eh, bel berbunyi. Wah, teryata adikku, si Dina sama temannya datang. Sial, mana filmnya belum selesai lagi. Langsung kusimpan saja tuh VCD, terus kubukakan pintu. Dina sama temannya masuk. Eh, temannya manis juga loh. "Dari mana lo?" tanyaku. "Dari jalan dong. Emang kayak kakak, ngedekem mulu di rumah," jawabnya sambil manyun. "Aku juga sering jalan tau, emang elo doang. Cuman sekarang lagi males," kataku. "Oh iya, Kak. Kenalin nih temenku, namanya Anti, temen sekelasku," katanya. Akhirnya aku kenalan sama itu anak. Tiba-tiba si Dina tanya, "lihat VCD Boyzone aku tidak?" "Tau, cari saja di laci," kataku. Eh, dia membuka tempat aku menaruh VCD BF. Aku langsung gelagapan. "Eh, bukan di situ.." kataku panik. "Kali saja ada," katanya. Telat. Belum sempat kutahan dia sudah melihat VCD XX yang covernya lumayan hot itu, kalau yang X2 sih tidak pakai gambar. "Idih.. Kak. Kok nonton film kayak begini?" katanya sambil memandang jijik ke VCD itu. Temannya sih senyam-senyum saja. "Enggak kok, aku tadi dititipin sama temanku," jawabku bohong. "Bohong banget. Ngapain juga kalo dititipin nyasar sampe di laci ini," katanya. "Kak, ini film jorok kan? Nnngg.. kayak apa sih?" tanyanya lagi. Aku tertawa saja dalam hati. Tadi jijik, kok sekarang malah penasaran. "Elo mao nonton juga?" tanyaku. "Mmm.. jijik sih.. tapi.. penasaran Kak.." katanya sambil malu-malu. "Anti, elo mao nonton juga tidak?" tanyanya ke temannya. "Aku mah asyik saja. Lagian aku udah pernah kok nonton film kayak begitu," jawab temannya. "Gimana.. jadi tidak? keburu mama sama papa pulang nih," desakku. "Ayo deh. Tapi kalo aku jijik, dimatiin ya?" katanya. "Enak saja lo, elo kabur saja ke kamar," jawabku. Lalu VCD itu aku nyalakan. Jreng.. dimulailah film tersebut. Aku nontonnya sambil sesekali memandangi adikku dan temannya. Si Anti sih kelihatannya tenang nontonnya, sudah "expert" kali ya? Kalau adikku kelihatan begitu baru pertama kali nonton film seperti begitu. Dia kelihatan takut-takut. Apalagi pas adegan rudalnya cowok dihisap. Mana itu rudal besarnya minta ampun. "Ih, jijik banget.." kata Dina. Pas adegan ML sepertinya si Dina sudah tidak tahan. Dia langsung kabur ke kamar. "Yee, malah kabur," kata Anti. "Elo masih mao nonton tidak?" tanyaku ke si Anti. "Ya, terus saja," jawabnya. Wah, boleh juga nih anak. Sepertinya, bisa nih aku main sama dia. Tapi kalau dia marah gimana? pikirku dalam hati. Ah, tidak apa-apa kok, tidak sampai ML ini. Sambil nonton, aku duduknya mendekat sama dia. Dia masih terus serius nonton. Lalu kucoba pegang tangannya. Pertama dia kaget tapi dia tidak berusaha melepas tangannya dari tanganku. Kesempatan besar, pikirku. Kuelus saja lehernya. Dia malah memejamkan matanya. Sepertinya dia menikmati begitu. Wow, tampangnya itu lho, manis! Aku jadi ingin nekat. Waktu dia masih merem, kudekati bibirku ke bibir dia. Akhirnya bersentuhanlah bibir kami. Karena mungkin memang sudah jago, si Anti malah mengajak French Kiss. Lidah dia masuk ke mulutku dan bermain-main di dalam mulut. Sial, jagoan dia daripada aku. Masa aku dikalahin sama anak SMP sih. Sambil kami ber-French Kiss, aku berusaha masukkan tanganku ke balik bajunya. Mencari sebongkah buah dada imut. Ukuran dadanya tidak begitu besar, tapi sepertinya sih seksi. Soalnya badan si Anti itu tidak besar tapi tidak kurus, dan tubuhnya itu putih. Begitu ketemu buah dadanya, langsung kupegang dan kuraba-raba. Tapi masih terbungkus sama bra-nya. "Baju elo gue buka ya?" tanyaku. Dia ngangguk saja sambil mengangkat tangannya ke atas. Kubuka bajunya. Sekarang dia tinggal pakai bra warna pink dan celana panjang yang masih dipakai. Shit! kataku dalam hati. Mulus sekali! Kubuka saja bra-nya. Payudaranya bagus, runcing dan putingnya berwarna pink. Langsung kujilati payudaranya, dia mendesah, aku jadi makin terangsang. Aku jadi pingin menyetubuhi dia. Tapi aku belum pernah ML, jadi aku tidak berani. Tapi kalau sekitar dada saja sih aku lumayan tahu. Gimana ya? Tiba-tiba pas aku lagi menjilati payudara si Anti, adikku keluar dari kamar. Kami sama-sama kaget. Dia kaget melihat apa yang kakak dan temannya perbuat. Aku dan Anti kaget pas melihat Dina keluar dari kamar. Si Anti buru-buru pakai bra dan bajunya lagi. Si Dina langsung masuk ke kamarnya lagi. Sepertinya dia shock melihat apa yang kami berdua lakukan. Si Anti langsung pamit mau pulang. "Bilang sama Dina ya.. sorry," kata Anti. "Tidak apa-apa kok," jawabku. Akhirnya dia pulang. Aku ketuk kamarnya Dina. Aku ingin menjelaskan. Eh, dianya diam saja. Masih kaget kali ya, pikirku. Aku tidur saja, dan ternyata aku ketiduran sampai malam. Pas kebangun, aku tidak bisa tidur lagi, aku keluar kamar. Nonton TV ah, pikirku. Pas sampai di depan TV ternyata adikku lagi tidur di kursi depan TV. Pasti ketiduran lagi nih anak, kataku dalam hati. Gara-gara melihat dia tidur dengan agak "terbuka" tiba-tiba aku jadi keingat sama film X2 yang belum selesai kutonton, yang ceritanya tentang hubungan seks antara adik dan kakak, ditambah hasrat aku yang tidak kesampaian pas sama Anti tadi. Ketika adikku menggerakan kakinya membuat roknya tersingkap, dan terlihatlah CD- nya. Begitu melihat CD-nya aku jadi semakin nafsu. Tapi aku takut. Ini kan adikku sendiri masa aku setubuhi sih. Tapi dorongan nafsu semakin menggila. Ah, aku peloroti saja CD-nya. Eh, nanti kalau dia bangun bagaimana? Ah, cuek saja. Begitu CD-nya turun semua, wow, belahan kemaluannya terlihat masih amat rapat dan dihiasi bulu-bulu halus yang baru tumbuh. Kucoba sentuh, hmm.. halus sekali. Kusentuh garis kemaluannya. Tiba-tiba dia menggumam, aku jadi kaget. Aku merasa di ruang TV terlalu terbuka. Kurapikan lagi pakaian adikku, terus kugendong ke kamarnya. Sampai di kamar dia, it's show time, pikirku. Kutiduri dia di kasurnya. Kubukakan bajunya. Ternyata dia tidak pakai bra. Wah, payah juga nih adikku. Nanti kalau payudaranya jadi turun bagaimana. Begitu bajunya terbuka, buah dada mungilnya menyembul. Ih, lucu bentuknya. Masih kecil buah dadanya tapi lumayan ada. Kucoba hisap putingnya, hmm.. nikmat! Buah dada dan putingnya begitu lembut. Eh, tiba-tiba dia bangun! "Kak.. ngapain lo!" teriaknya sambil mendorongku. Aku kaget sekali, "Ngg.. ngg.. tidak kok, aku cuma pengen nerusin tadi pas sama si Anti, tidak papa kan?" jawabku ketakutan. Aku berharap orangtua aku tidak mendengar teriakan adikku yang agak keras tadi. Dia menangis. "Sorry ya Din, gue salah, habis elo juga sih ngapain tidur di ruang TV dengan keadaan seperti itu, tidak pake bra lagi," kataku. "Jangan bilang sama mama dan papa ya, please.." kataku. Dia masih nangis. Akhirnya kutinggali dia. Aduh, aku takut nanti dia ngadu. Sejak saat itu aku kalau ketemu dia suka canggung. Kalau ngomong paling seadanya saja. Tapi aku masih penasaran. Aku masih ingin mencoba lagi untuk "ngegituin" Dina. Sampai pada suatu hari, adikku sedang sendiri di kamar. Aku coba masuk, "Din, lagi ngapain elo," aku mencoba untuk beramah-tamah. "Lagi dengerin kaset," jawabnya. "Yang waktu itu, elo masih marah ya.." tanyaku. ".." dia diam saja. "Sebenernya gue.. gue.. pengen nyoba lagi.." gila ya aku nekat sekali. Dia kaget dan pas dia mau ngomong sesuatu langsung aku dekati mukanya dan langsung kucium bibirnya. "MmhHPp.. Kakk.. mmHPh.." dia seperti mau ngomong sesuatu. Tapi akhirnya dia diam dan mengikuti permainanku untuk ciuman. Sambil ciuman itu tanganku mencoba meraba- raba dadanya dari luar. Pertama merasakan payudaranya diraba, dia menepis tanganku. Tapi aku terus berusaha sambil tetap berciuman. Setelah beberapa menit berciuman sambil meraba-raba payudaranya, aku mencoba membuka bajunya. Eh, kok dia langsung mau saja dibuka ya? Mungkin dia lagi merasakan kenikmatan yang amat sangat dan pertama kali dirasakannya. Begitu dibuka, langsung kubuka bra-nya. Kujilati putingnya dan sambil mengusap dan mneremas-remas buah dada yang satunya. Walaupun payudara adikku itu masih agak kecil, tapi dapat memberikan sensasi yang tak kalah dengan payudara yang besar. Ketika sedang dihisap-hisap, dia mendesah, "Sshh.. sshh.. ahh, enak, Kak.." Setelah kuhisap, putingnya menjadi tegang dan agak keras. Terus kubuka celanaku dan aku keluarkan "adik"-ku yang sudah lumayan tegang. Pas dia melihat, dia agak kaget. Soalnya dulu kami pernah mandi bareng pas "punya"- ku masih kecil. Sekarang kan sudah besar dong. Aku tanya sama dia, "Berani untuk ngisep punya gue tidak? Entar punya elo juga gue isepin deh, kita pake posisi 69." "69.. apa'an tuh?" tanyanya. "Posisi dimana kita saling mengisap dan ngejilatin punyanya partner kita pada saat berhubungan," jelasku. "Ooo.." Langsung aku membuka celana dia dan CD-nya. Kami langsung mengambil posisi 69. Aku buka belahan kemaluannya dan terlihatlah klitorisnya seperti bentuk kacang di dalam kemaluannya itu. Ketika kusentuh pakai lidah, dia mengerang, "Ahh.. Kakak nyentuh apanya sih kok enak banget.." tanyanya. "Elo mestinya ngejilatin dan ngisep punya gue dong. Masa elo doang yang enak," kataku. "Iya Kak, habis takut dan geli sih.." jawabnya. "Jangan bayangin yang bukan-bukan dong. Bayangin saja keenakan elo," kataku lagi. Saat itu juga dia langsung menjilat punyaku. Dia menjilati kepala anu-ku dengan perlahan. Uuhh, enak benar. Terus dia mulai menjilati seluruh dari batanganku. Lalu dia masukkan punyaku ke mulutnya dan mulai menghisapnya. Oohh.. gila benar. Dia ternyata berbakat. Hisapannya membuatku jadi hampir keluar. "Stop.. eh, Din, stop dulu," kataku. "Lho kenapa?" tanyanya. "Tahan dulu entar aku keluar," jawabku. "Lho emang kenapa kalau keluar?" tanyanya lagi. "Entar game over," kataku. Ternyata adikku memang belum mengerti masalah seks. Benar-benar polos. Akhirnya kujelaskan kenapa kalau cowok sudah keluar tidak bisa terus pemainannya. Akhirnya dia mulai mengerti. Posisi kami sudah tidak 69 lagi, jadi aku saja yang bekerja. Kemudian aku teruskan menghisapi kemaluannya dan klitorisnya. Dia terus menerus mendesah dan mengerang. "Kak Iwan.. terus Kak.. di situ.. iya di situ.. oohh.. sshh.." Aku terus menghisap dan menjilatinya. Dia menjambak rambutku. Sambil matanya merem-melek. Akhirnya aku sudah dalam kondisi fit lagi (tadi kan kondisinya sudah mau keluar). Kutanya sama adikku, "Elo berani ML tidak?" ".." dia diam. "Gue pengen ML, tapi terserah elo.. gue tidak maksa," kataku. "Sebenerya gue takut. Tapi sudah kepalang tanggung nih.. gue lagi 'on air'," kata dia. "OK.. jadi elo mau ya?" tanyaku lagi. ".." dia diam lagi. "Ya udah deh, kayanya elo mau," kataku. "Tapi tahan sedikit. Nanti agak sakit awalnya. Soalnya elo baru pertama kali," kataku. ".." dia diam saja sambil menatap kosong ke langit-langit. Kubuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Kelihatan bibir kemaluannya yang masih sempit itu. Kuarahkan ke lubang kemaluannya. Begitu aku sentuhkan kepala "anu"-ku ke liang kemaluannya, Dina menarik nafas panjang, dan kelihatan sedikit mengeluarkan air mata. "Tahan ya Din.." Langsung kudorong anu- ku masuk ke dalam lubang kemaluannya. Tapi masih susah, soalnya masih sempit sekali. Aku terus mencoba mendorong anu-ku, dan.. "Bleess.." masuk juga kepala kemaluanku. Dina agak berteriak, "Akhh sakit Kak.." "Tahan ya Din.." kataku. Aku terus mendorong agar masuk semua. Akhirnya masuk semua kemaluanku ke dalam selangkangan adikku sendiri. "Ahh.. Kak.. sakit Kak.. ahh.." Setelah masuk, langsung kugoyang maju- mundur, keluar masuk liang kemaluannya. "Ssshh.. sakitt Kak.. ahh.. enak.. Kak, teruss.. goyang Kak.." Dia jadi mengerang tidak karuan. Setelah beberapa menit dengan posisi itu, kami ganti dengan posisi "dog style". Dina kusuruh menungging dan aku masukkan ke lubang kemaluannya lewat belakang. Setelah masuk, terus kugenjot. Tapi dengan keadaan "dog style" itu ternyata Dina langsung mengalami orgasme. Terasa sekali otot-otot di dalam kemaluannya itu seperti menarik batang kemaluanku untuk lebih masuk. "Ahh.. ahha.. aku lemess banget.. Kak," rintihnya dan dia jatuh telungkup. Tapi aku belum orgasme. Jadi kuteruskan saja. Kubalikkan badannya untuk tidur terlentang. Terus kubuka lagi belahan pahanya. Kumasukkan kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya. Padahal dia sudah kecapaian. "Kak, udah dong! Gue udah lemes.." pintanya. "Sebentar lagi ya.." jawabku. Tapi setelah beberapa menit kugenjot, eh, dianya segar lagi. "Kak, yang agak cepet lagi dong.." katanya. Kupercepat dorongan dan genjotanku. "Ya.. kayak gitu dong.. sshh.. ahh.. uhuuh," desahannya makin maut saja. Sambil menggenjot, tanganku meraba- raba dan meremas payudaranya yang mungil itu. Tiba-tiba aku seakan mau meledak, ternyata aku mau orgasme. "Ahh, Din aku mau keluar.. ahh.." Ternyata saat yang bersamaan dia orgasme juga. Kemaluanku seperti dipijat-pijat di dalam. Karena masih enak, kukeluarkan di dalam kemaluannya. Nanti kusuruh minum pil KB saja supaya tidak hamil, pikirku dalam hati. Setelah orgasme bareng itu kucium bibirnya sebentar. Setelah itu aku dan dia akhirnya ketiduran dan masih dalam keadaan bugil dan berkeringat di kamar gara-gara kecapaian. Ketika bangun, aku dengsr dia lagi merintih sambil menangis. "Kak, gimana nih. Punyaku berdarah banyak," tangisnya. Kulihat ternyata di kasurnya ada bercak darah yang cukup banyak. Dan kemaluannya agak sedikit melebar. Aku kaget melihatnya. Gimana nih jadinya? "Kak, aku udah tidak perawan lagi ya?" tanyanya. ".." aku diam saja. Habis mau jawab apa. Gila! aku sudah merenggut keperawanan adikku sendiri. "Kak, punyaku tidak apa-apakan?" tanyanya lagi. "Berdarah begini wajar untuk pertama kali," kataku. Tiba-tiba, gara-gara melihat dia tidak pakai CD dan memperlihatkan kemaluannya yang agak melebar itu ke aku, anu-ku "On" la

Cerita Bokep Keluarga Yang Kesepian

Cerita Bokep Keluarga Yang Kesepian - Kejadian ini berawal dipertengahan bulan Mei yang lalu, kurang lebih setelah peristiwa yang tidak aku sangka-sangka. Cobalah baca “Tahun Baru yang Indah”. Dan sekarang terjadi lagi yang aku sangat tidak diduga sama sekali***** Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata,

Cerita Bokep Keluarga Yang Kesepian
 Cerita Bokep
 
Cerita Bokep Keluarga Yang Kesepian - “Hey.. kok.. melamun?” katanya. Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik. “Eee.. Ditanya kko masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab, “Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?” “Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?” “Kemana Tante?” tanyaku. “Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya. Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak- anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta.

Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba- tiba Tante berkata, “Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?” yang memang pada waktu itu menunjukkan jam 10.30. “Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai”, kata Mbak Hanny. Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku. “Nah dewa sekarang tinggal kita berdua”, katanya. “Mrmangnya ada apa tuh Tante?” kataku heran. “Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak,” begitu timbalnya. “Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama laki-laki”, sambil memeluk aku dan memohon,

“Yah sayang? Mau kan?” katanya lagi “Ii.. Yaa, mau.. Tante?” jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku. Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. “Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah?” gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih.

Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Tante menari-nari. Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, Tante menggesek- gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. “Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh..” desahku. “Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta,” kata Tante Mey. Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan menghisapnya habis- habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang. “Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?” Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina kenikmatannya. “Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?” Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya. “Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu cinta?” Tante Mey meringis memohon. Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess.. “Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt..

 De.. Waa?” “Kenapa Tante?” “Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?” “Ooohh..?” jawabku. “Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya. Selang beberapa menit, “Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?” “Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?” Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente Mey menjerit. “Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?” lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah. “Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..?” ceracaunya. “Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan?” timbalku. Tiba-tiba, “Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?” “Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?” Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott..

Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali. “Tante aku mau keluar nih..?” kataku, “Dimana nih keluarinnya..?” “Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..?” Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott.. “Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?” erangku. Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Sekitar jam 12 malam rasanya penisku ada yang mengulum dan mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny, “Ada apa Mbak?” tanyaku. Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk-nusuk vaginanya sendiri. Dia berkata, “Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please..” Dia mempertegas,

 “Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin vagina Mbak,” sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus vaginanya. “Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat vagina Mbak jadi ketagihan sama penis aku,” jawabku vulgar. “Kita entotannya dilantai karpet aja yah?” kata Mbak Hanny. Tapi masih di kamar tersebut, “Aku takut mengganggu Mami yang habis kamu entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya diranjang,” dia mempertegas. Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Dan sekarang aku mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya, karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin Maminya. Maka aku langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess.. “Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..?” erangnya. “Sakit Mbak?” tanyaku. “Enggak cinta, terusin saja enak banget kok?” Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..? “Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..?” sambil aku menggoyangkan pinggulku, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan sehigga benar-benar tenggelam seluruh penisku ke dalam vagina surga kenikmatannya.

 “Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..?” Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya enggak sedikitpun bangun mungkin capek main sama aku, habis aku bikin tubuhnya dan vaginanya melayang- layang. Lagi asyik-asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara. “Iiihh.. Kakak lagi ngapain?” mendengar suara tersebut, aku terkejut. Rupanya Shelly dan Poppy sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot sama kakaknya. Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Mbak Hanny berkata, “Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai enak dan nikmat sekalii..?” “Ii.. ittuu.. ada..?” “Ada apa?” katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai benang pun.

 Lalu Mbak Hanny bicara, “Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!!” Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama sudah telanjang bulat. “Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?” kata Mbak Hanny. “Kak aku ingin ngerasain dientot yah?” tanya Shelly sama kakaknya. “Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga ngerasain penisnya Mas Dewa,” timbal poppy. “Iyah kan Kak?” tanya poppy pada Shelly. “Iyah nih.. Gimana sih..?” timbal Shelly. “Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut?” terus mungkin sudah terlanjur mereka berdua melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil semuanya, maka Kak Hanny membolehkannya. “Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa?” “Sini jangan ribut..” kata Kakaknya lagi, “Tunggu kakak keluar, yah.. entar kamu juga bakal kebagian adikku manis” Tanya kakaknya. “Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua adikku ini sudah pada basah.. tuhh..” Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak dikejar- kejar hantu. Dan akhirnya orgasme secara bersamaan.

“Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah keluar Dewa..?” erangan Mbak Hanny. “Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali” Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak abg ini mulai membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy mencium bibirku habis-habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal diam, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang seger-segernya seperti buah yang baru matang. Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan. Yang pertama kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat kesulitan memasukan penisku karena vaginanya masih sempit dan perawan lagi. “Benar nih, vagina kamu mau aku masukin?” tanyaku dengan penuh kelembutan, perhatian dan kasih sayang. “Mau sekali Kak..?” jawabnya. “Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau vagina aku dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia?” jawab polosnya. Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga. Bles.. Bless.. Bbleess..

 “Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..?” sambil dia mengedangah ke atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya dia remas-remas sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah. “Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?” Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya masuklah semuanya. “Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak?” katanya. “Iyah Shelly sayang, gimana enak kan?” tanyaku sambil aku mencoba menggenjotnya. “Enak.. sekali.. Kak Dewa..” “Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi?” lalu aku kocok vaginanya dan akhirnya dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott.. “Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh..” eranganya. Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada diatas, lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan supaya dia benar-benar menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya.

 Dia langsung lemes sementara aku belum orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny. “Sudah dong kak..?” kataku pada Mbak Hanny. “Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusuk sama penisku ini?” kataku lagi “Iyah Kak Hanny, sudah dong kak?” kata Poppy. “Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak Shelly dientot sama penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali?” katanya memohon agar Kak Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya. Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke vaginanya Poppy sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny menjilat vaginanya Shelly yang sudah seger lagi. “Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP jadi lebih sempit dibanding kakak- kakaknya dan cengkramannya pun sangat kuat sekali.” “Bleess.. Bless.. Bleess..” “Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh..” Poppy menjerit lagi setiap aku mau memasukkan lagi penisku. “Sakit yah?” tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya. “Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Vagina poppy rasanya ada yang mengganjal dan rasanya hangat dan berdenyut-denyut,” katanya. Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot vaginanya. “Oohh.. terruu

Cerita Bokep ML Dengan Bos Hot Bangat

Cerita Bokep ML Dengan Bos Hot Bangat - Cerita BF atau Cerita Bokep delapan belas kembali posting cerita SEX ini hot bangat jangan sampai terlewatkan sobat membacannya - Selama satu minggu Ibu Mertuaku berada di Jakarta, hampir setiap hari setiap ada kesempatan aku dan Ibu Mertuaku selalu mengulangi persetubuhan kami.

Cerita Bokep ML Dengan Bos Hot Bangat
 Cerita Bokep - SEX

Cerita Bokep ML Dengan Bos Hot Bangat - Apalagi setelah Indri istriku ditugaskan ke Medan selama tiga hari untuk mengerjakan proyek yang sedang di kerjakan kantor istriku, Aku dan Ibu mertuaku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kami peroleh, kami berdua semakin lupa diri. Aku dan Ibu mertuaku tidur seranjang, layaknya suami istri, ketika hasrat birahi kami datang aku dan Ibu Mertuaku langsung menuntaskan hasrat kami berdua. Kusirami terus menerus rahim Ibu Mertuaku dengan spermaku, akibatnya fatal. Setelah istriku kembali dari Medan Bapak mertuaku minta agar Ibu mertuaku segera pulang ke Gl, dengan berat hati akhirnya Ibu mertuakupun kembali ke desa Gl. Setelah Ibu mertuaku kembali kedesa GL hari hariku jadi sepi Aku begitu ketagihan dengan permainan sex Ibu Mertuaku aku rindu jeritan jeritan joroknya, saat orgasme sedang melandanya. Pertengahan juni lalu Ibu mertuaku menelponku ke kantor, aku begitu gembira sekali Kami berdua sudah sama sama saling merindukan, untuk mengulangi persetubuhan kami, tapi yang paling membuatku kaget adalah saat Ibu mertuaku memberikan kabar, kalau beliau terlambat datang bulan dan setelah diperiksa ke dokter, Ibu mertuaku positip hamil. Aku kaget sekali, aku pikir, Ibu Mertuaku sudah tidak bisa hamil lagi. Aku minta kepada Ibu mertuaku, agar benih yang ada dalam kandungannya dijadikan saja, namun Ibu mertuaku menolaknya, Ibu mertuaku bilang itu sama saja dengan bunuh diri, karena suaminya sudah lama tidak pernah lagi menggaulinya, tetapi masih bisa hamil. Baru aku tersadar, yah kalau Bapak mertuaku tahu istrinya hamil,

pasti Bapak mertuaku marah besar apalagi jika Bapak mertuaku tahu kalau yang menghamili istrinya adalah menantunya sendiri. Juga atas saran Dokter, menurut dokter di usianya yang sekarang ini, sangat riskan sekali bagi Ibu mertuaku untuk hamil atau memiliki anak lagi, jadi Ibu mertuaku memutuskan untuk mengambil tindakan. aEsBu, apa perlu aku datang ke desa Gl? aEt Ibu mertuaku melarang, aEsTidak usah sayang nanti malah bikin Bapak curiga, lagi pula ini hanya operasi kecilaEt. Setelah aku yakin bahwa Ibu mertuaku tidak perlu ditemani, otak jorokku langsung terbayang tubuh telanjang Ibu mertuaku. aEsBu aku kangen sekali sama Ibu, aku kepengen banget nih BuaEt aEsIya Mas, Ibu juga kangen sama Mas Pento. Tunggu ya sayang, setelah masalah ini selesai, akhir bulan Ibu datang. Mas Pento boleh entotin Ibu sepuasnyaaEt. Sebelum kuakhiri percakapan, aku bilang sama Ibu mertuaku agar jangan sampai hamil lagi, Ibu mertuaku hanya tersenyum dan berkata kalau dia kecolongan. Gila.. , hubungan gelap antara aku dengan Ibu mertuaku menghasilkan benih yang mendekam di rahim Ibu mertuaku, aku sangat bingung sekali. Saat aku sedang asyik asyiknya melamun memikirkan apa yang terjadi antara aku dan Ibu mertuaku, aku dikagetkan oleh suara dering telepon dimejaku. aEsHallo, selamat pagiaEt. aEsPento kamu tolong ke ruang Ibu sebentaraEt.

Ternyata Bos besar yang memanggil, akupun beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju rangan Ibu Mila. Ibu Mila, wanita setengah baya, yang sudah menjanda karena ditinggal mati suaminya akibat kecelakaan, saat latihan terjun payung di Sawangan. Aku taksir, usia Ibu Mila kurang lebih 45 tahun, Ibu Mila seorang wanita yang begitu penuh wibawa, walaupun sudah berusia 45 tahun namun Ibu Mila tetap terlihat cantik, hanya sayang Tubuh Ibu Mila agak gemuk. aEsSelamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil sayaaEt. aEsOh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yang diberikan sama Bp. Anwar sudah selesai kamu kerjakan atau belum?aEt. aEsOh.. ya Bu.. sudah, sekarang saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada kesalahanaEt. Jawabku. aEsOh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?aEt. Tanya Ibu Mila. aEsOh nggak Bu Saya tidak apa-apaaEt. aEsKalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah penyakit muaEt.

 aEsAh.. nggak apa-apa Bu saya sehat kokaEt. Jawabku. Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Mila, aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Mila berkata, aEsMakanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya beginilah Ibu mertuamu hamilaEt. Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-sungguh mendapatkan malu yang luar biasa. aEsDari mana Ibu tahu?aEt tanyaku dengan suara yang terbata bata. aEsMaaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu. Sebenarnya, setelah Ibu tahu kamu sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh dengan Ibu mertuamu sendiriaEt. Aku marah sekali, tapi apa daya Ibu Mila adalah atasanku, selain itu Ibu Mila adalah saudara sepupu dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja, bisa bisa malah aku dipecat.

Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah. aEsYa sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan IbuaEt aEsTerima kasih BuaEt, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku aEsNanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OKaEt. aEsTentang apa Bu?aEt tanyaku. aEsIbu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolakaEt pintanya tegas. Akupun keluar dari ruangan Ibu Mila dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Mila yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain. aEsKenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut yaaEt, Tanya Wilman sohibku. aEsAh, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek ajaaEt. aEsOh aku pikir si gendut itu marahin kamuaEt. aEsKamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Mila denger mati kamuaEt.

Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, rasanya aku ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku. Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Mila, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini Aku berharap agar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman. aEsKring.. aEs, kuangkat telepon di meja kerjaku. aEsGimana? Sudah siapaEt, Tanya Ibu Mila.

aEsYa Bu saya siapaEt, aEsYa sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemudaaEt. Ternyata Ibu Mila tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar sampai atm bni, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya. Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu Mila, tapi yang ditunggu- tunggu belum datang juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Mila masuk ke halaman dan parkir. Ibu Mila pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM. aEsHi.. Pento ngapain kamu disini?aEt, sapa Ibu Mila. Aku jadi bingung, namun Ibu Mila mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Mila, agar kami bersandiwara karena ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang. aEsOh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang jugaaEt, sahutku. Ibu Milapun bergabung antri di depan ATM. aEsGimana, temenmu belum datang juga? aEt Saat Ibu Mila keluar dari ruang ATM.

aEsBelum BuaEt. aEsYa sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searahaEt. Aku pun berjalan kearah mobil Ibu Mila, aku duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Mila sementara Ibu Mila sendiri duduk dibangku belakang. aEsAyo, Pak Bari kita pulangaEt aEsIya Nya.. aEs, sahut Pak bari aEsUntung aku ketemu kamu disini Pento Padahal tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulangaEt. Uh.. batinku Ibu Mila mulai bersandiwara lagi. aEsMemangnya ada apa Ibu mencari saya?aEt. aEsMengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Ibu OKaEt.

Aku hanya diam saja, pikiranku benar- benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Ibu Mila. aEsAyo masukaEt, ajak Ibu mia. Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Mila pun masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Mila yang begitu antik dan mewah. aEsSelamat sore NyaaEt, aEsSore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disanaaEt. aEsBaik NyaaEt. Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Mila. aEsSilakan Den, ini kamarnyaaEt. Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar. aEsKring.. , kring.. aEs, kuangkat telepon yang menempel di dinding. aEsHallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusutaEt. aEsOh.. iya Bu terimakasihaEt.

 Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku. Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Mila belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang datang mengantarkan makan malam untukku. Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Mila yang masuk, aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Mila tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Ibu Mila datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku memandangi tubuh Ibu Mila, walaupun gendut tapi Ibu Mila tetap cantik. Setelah beberapa saat aku menghabiskan makananku Ibu Mila berkata kepadaku, aEsSekarang, kamu harus menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kamu kenakanaEt. aEsTapi BuaEt, protesku. aEsPento, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmuaEt.

Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, aku telanjang bulat sudah. Karena malu kututup kontolku dengan kedua tanganku. aEsSial!aEt, makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Mila saat itu. aEsLepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmuaEt, bentak Ibu Mila. aEsMm.. , lumayan juga kontolmuaEt. Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Mila tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia. aEsNah, sekarang ceritakan semuanyaaEt. Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami. Kulihat Ibu Mila mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Mila menarik napas panjang.

Tiba tiba Ibu Mila bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku, sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan tubuh Ibu Mila membuat jakunku turun naik. aEsKenapa diam, ayo lanjutkan ceritamuaEt, bentaknya lagi. aEsBaik BuaEt, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Mila menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku. aEsAhh.. aEs, jeritku tertahan saat mulut Ibu Mila mulai mengulum kontolku. aEsAhh.. Bu.. , nikmat sekaliaEt. Kuangkat kepala Ibu Mila, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku. aEsBu.. kita pindah keranjang sajaaEt, pintaku, Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang.

Kurebahkan tubuh Ibu Mila, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami. aEsAhh.. aEs, Jerit Ibu Mila saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya. aEsUhh Pento.. enak.. sayangaEt. Ketelusuri tubuh Ibu Mila dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Mila yang licin tanpa sehelai rambutpun. Kuhisap memek Ibu Mila dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin karena Ibu Mila sudah sangat terangsang mendengar ceritaku. aEsAhhaEt, jerit Ibu Mila saat dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas-remas teteknya. Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Mila yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku. Usahaku berhasil, Ibu Mila memohon agar aku segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi aku tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Mila, tubuh Ibu Milapun makin menegang. aEsAaarrgghh..

PentoaEt, jerit Ibu Mila tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya, Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Mila, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Mila menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Mila kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah. aEsAmpun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat duluaEt, pintanya. Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Ibu Mila tengkurap kini. aEsJangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekaliaEt. Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Mila pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek gesekan kontolku kelubang memek Ibu Mila. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Mila. aEsIiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahataEt. Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Mila, orang yang paling di takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku. Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Mila, bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Ibu Mila dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku. aEsUhh.. aEs, jeritku saat kontolku mulai berdenyut denyut.

Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku, Ibu Milapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan. aEsAhh Ibu.. aku mau.. keluar.. aEs. Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Mila, beberapa detik kemudian Ibu Mila pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, Ibu Mila tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana. Ibu Mila rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Mila. Nikmat sekali.. , Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Mila sudah lelap tertidur, dari celah belahan memek Ibu Mila, air manyku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang telah melecehkanku sudah kubuat KO. Kuciumi kembali tubuh Ibu Mila, kontolkupun tegak kembali, ku balik tubuh Ibu Mila agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek- gesekan kontolku di lubang memek Ibu Mila. aEsUhh Pento..

 Ibu lelah sekali sayangaEt, Lirih sekali suara Ibu Mila. Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Mila, Bless.. Licin sekali, kupompa keluar masuk kontolku, tubuh Ibu Mila terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk kontolku, rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan Ibu Mila hanya memejamkan matanya. Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Mila.. , dan langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Mila. Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang Ibu Mila, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku. aEsBu.. Bu.. Mila bangun Bu.. aEs.

Akhirnya dengan malas Ibu Mila membuka matanya. aEsSudah malam Bu saya mau pulangaEt. aEsPento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagiaEt. Ibu Milapun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar. aEsTunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Mila masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian Ibu Mila keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan. aEsIni untuk kamuaEt. aEsApa ini Bu?aEt, Tanyaku, saat Ibu Mila menyodorkan sebuah amplop kepadaku. Aku menolak pemberian Ibu Mila, namun Ibu Mila terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu Mila lalu kembali kami berciuman dengan mesranya. Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan Ibu Mila. Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya.

Cerita Bokep Ngentot Istri Karyawan

Cerita Bokep Ngentot Istri Karyawan - Selamat bertemu sobat dengan blog delapan belas dan kali ini adalah sebuah cerita panas yaitu cerita ngentot istri karyawan sendiri mau tau ceritanya gimana baca sampai selesai cerita bokep khusus untuk sobat - Hari itu salah seorang direktur perusahaan, Pak Freddy, sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun diundang, dan malam itu akupun meluncur menuju tempat resepsi diadakan. Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, karena masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.

Cerita Bokep Ngentot Istri Karyawan
Cerita Bokep

Cerita Bokep Ngentot Istri Karyawan - “Selamat malam Pak..” sapa seseorang agak mengagetkanku. Aku menoleh, ternyata Lia sekretarisku yang menyapaku. Dia datang bersama tunangannya. Tampak sexy dan cantik sekali dia malam itu, disamping juga anggun. Berbeda sekali jika dibandingkan saat aku sedang menikmati tubuhnya,.. Liar dan nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak menggoda. “Malam Lia” balasku. Mata Jason tak henti-hentinya menatap Lia, dengan pandangan kagum. Lia hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu seperti itu.

Tampak dia menjaga tingkah lakunya, karena tunangannya berada di sampingnya. Kamipun lalu berbincang-bincang sekedarnya. Lalu akupun permisi hendak menyapa para undangan lain yang datang, terutama para klienku. “Malam Pak Robert..” seorang wanita cantik tiba-tiba menyapaku. Dia adalah Santi, istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku. Mereka baru menikah sekitar tiga bulan yang lalu. “Oh Santi.. Malam” kataku “Pak Arief dimana?” “Sedang ke restroom.. Sendirian aja Pak?” tanyanya. “Sama teman” jawabku sambil memandangi dia yang malam itu tampak cantik dengan gaun malamnya dengan anggun. Belahan gaunnya yang tinggi memamerkan pahanya yang putih menggiurkan. Dadanya walaupun tak sebesar Lia, tampak membusung menantang. “Makanya, cari istri dong Pak.. Biar ada yang nemenin” katanya sambil tersenyum manis.

 “Belum ada yang mau nih” “Ahh.. Bapak bisa saja.. Pasti banyak banget cewek yang mau sama bapak.. Kalau belum married saya juga mau lho..” jawabnya menggoda. Memang Santi ini rasanya punya perasaan tertentu padaku. Tampak dari cara bicaranya dan cara dia memandangku. “Oh.. Kalau saya sih mau lho sama kamu biarpun kamu sudah married” kataku sambil menatap wajahnya yang cantik. “Ah.. Pak Robert.. Bisa aja..” jawabnya sambil tersipu malu. “Bener lho mau aku buktiin?” godaku “Janganlah Pak.. Nanti kalau ketahuan suamiku bisa gawat” jawabnya perlahan sambil tersenyum. “Kalau nggak ketahuan gimana.. Nggak apa khan?” rayuku lagi. Santi tampak tersipu malu.

Wah.. Aku mendapat angin nih.. Memang aku sejak berkenalan dengan Santi beberapa bulan yang lalu sudah membayangkan nikmatnya menyetubuhi wanita ini. Dengan kulit putih, khas orang Bandung, rambut sedikit ikal sebahu, bibir tipis, dan masih muda lagi. Dia baru berumur 24 tahunan. “Gimana nih setelah kawin.. Enak nggak? Pasti masih hot y. “Godaku lagi. “Biasa aja kok Pak.. Kadang enak.. Kadang nggak.. Tergantung moodnya” jawabnya lirih. Dari jawabannya aku punya dugaan bahwa Pak Arief ini tidak begitu memuaskannya di atas tempat tidur. Mungkin karena usia Pak Arief yang sudah berumur dibandingkan dengan dirinya yang masih penuh gejolak hasrat seksual wanita muda. Pasti jarang sekali dia mengalami orgasme. Uh.. Kasihan sekali pikirku.

Tak lama Pak Ariefpun datang dari kejauhan. “Wah.. Pak Arief.. Punya istri cantik begini kok ditinggal sendiri” kataku menggoda. Santi tampak senang aku puji seperti itu. Tampak dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan laki-laki tulen seperti aku ini. “Iya Pak.. Habis dari belakang nih” jawabnya. Tatapan matanya tampak curiga melihat aku sedang mengobrol dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke- playboyanku di kantor. “Ok saya tinggal dulu ya Pak Arief..

Santi” kataku lagi sambil ngeloyor pergi menuju tempat hidangan. Akupun mengambil hidangan dan menyantapnya nikmat. Maklum perutku sudah keroncongan, terlalu banyak basa- basi dengan para tamu undangan tadi. Kulihat si Jason masih ngobrol dengan Lia dan tunangannya. Ketika aku mencari Santi dengan pandanganku, dia juga sedang mencuri pandang padaku sambil tersenyum. Pak Arief tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya. Santi kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun pura-pura menambah hidanganku. “San.. Kita terusin ngobrolnya di luar yuk” ajakku berbisik padanya “Nanti saya dicari suami saya gimana Pak..” “Bilang aja kamu sakit perut.. Perlu ke toilet.

Aku tunggu di luar ya”. “Kataku sambil menahan nafsu melihat lehernya yang putih jenjang, dan lengannya yang berbulu halus Tak lama Santipun keluar ruangan resepsi menyusulku. Kamipun pergi ke lantai di atas, dan menuju toilet. Aku berencana untuk bermesraan dengan dia di sana. Kebetulan aku tahu suasananya pasti sepi. Sebelum sampai di toilet, ada sebuah ruangan kosong, sebuah meeting room, yang terbuka. Wah kebetulan nih, pikirku. Kutarik Santi ke dalam dan kututup pintunya. Tanpa basa-basi lagi, aku cium bibirnya yang indah itu. Santipun membalas bergairah. Tangankupun bergerak merambahi buah dadanya, sedangkan tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di belakang tubuhnya.

Kulepas gaunnya sebagian sehingga tampak buah dadanya yang ranum hanya tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya kebawah sehingga buah dadanya mencuat keluar. Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu, aku hisap dan aku permainkan putingnya yang sudah mengeras dengan lidahku. “Oh.. Pak Robertt..” desah Santi sambil menggeliat. “Enak San..” “Enak Pak.. Terus Pak..” desahnya lirih. Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan sampai pada celana dalamnya. Tampak Santi sudah begitu bergairah sehingga celananya sudah lembab oleh cairan kewanitaannya. Santipun kemudian tak sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Dicium dan dijilatinya putingku.. Lalu terus ke bawah ke perutku.

Kemudian dia berlutut dan dibukanya retsleting celanaku, dan tangannya yang lentik berbulu halus itu merogoh ke dalam mengeluarkan kemaluanku dari celana dalamnya. Memang kami sengaja tidak mau telanjang bulat karena kondisi yang tidak memungkinkan. “Ohh.. Besar sekali Pak Robert.. Santi suka..” katanya sambil mengagumi kemaluanku dari dekat. “Memang punya suamimu seberapa?” tanyaku tersenyum menggoda. “Mungkin cuma separuhnya Pak Robert.. Oh.. Santi suka..” katanya tak melanjutkan lagi jawabannya karena mulutnya yang mungil itu sudah mengulum kemaluanku.

“Enak Pak?” tanyanya sambil melirik nakal kepadaku. Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku. “Enak sayang.. Ayo isap lagi” jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat. Dikulumnya lagi kemaluanku, sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Sangat sexy sekali melihat pemandangan itu. Seorang wanita cantik yang sudah bersuami, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung menghisap kemaluanku. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali. “Hm.. Kontol bapak enak banget.. Santi suka kontol yang besar begini” desahnya. Tiba-tiba terdengar bunyi handphone. Santipun menghentikan isapannya. “Iya Mas.. Ada apa?” jawabnya.

 “Lho Mas udah pikun ya.. Khan Santi tadi usah bilang.. Santi mau ke toilet.. Sakit perut.. Gimana sih” Santi berbicara kepada suaminya yang tak sabar menunggu. Sementara tangan Santi yang satu tetap meraba dan mengocok kemaluan atasan suaminya ini. “Iya Mas.. Mungkin salah makan nih.. Sebentar lagi Mas.. Sabar ya..” Kemudian tampak suaminya berbicara agak panjang di telpon, sehingga waktu tersebut digunakan Santi untuk kembali mengulum kemaluanku sementara tangannya masih memegang handphonenya. “Iya Mas.. Santi juga cinta sama Mas..” katanya sambil menutup telponnya.

 “Suamiku sudah nunggu. Tapi biarin aja deh dia nunggu agak lama, soalnya Santi pengin puas dulu”. Sambil tersenyum nakal Santi kembali menjilati kemaluanku. Aku sudah ingin menikmati kehangatan tubuh wanita istri bawahanku ini. Kutarik tangannya agar berdiri, dan akupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu. Tanpa perlu dikomando lagi Santi menaiki tubuhku dan menyibak gaun dan celana dalamnya sehingga vaginanya tepat berada di atas kemaluanku yang sudah menjulang menahan gairah. Santi kemudian menurunkan tubuhnya sehingga kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang masih sempit itu. “Oh.. My god..” jeritnya tertahan. Kupegang pinggangnya dan kemudian aku

naik-turunkan sehingga kemaluanku maju mundur menjelajahi liang nikmat istri cantik Pak Arief ini. Kemudian tanganku bergerak meremas buah dadanya yang bergoyang saat Santi bergerak naik turun di atas tubuhku. Sesekali kutarik badannya sehingga buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian aku hisap dengan gemas. “Ohh Pak Robertt.. Bapak memang jantan..” desahnya “Ayo Pak.. Puaskan Santi Pak..” Santi berkata sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas kemaluanku. Setelah itu dia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan bercinta yang tak didapatkan dari suaminya. Setelah beberapa menit aku turunkan tubuhnya dan aku suruh dia menungging sambil berpegangan pada tepian meja.

Aku sibakkan gaunnya, dan tampak pantatnya yang putih menggairahkan hanya tertutup oleh celana dalam yang sudah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya, dan langsung kugenjot dia, sambil tanganku meremas- remas rambutnya yang ikal itu. “Kamu suka San?” kataku sambil menarik rambutnya ke belakang. “Suka Pak.. Robert.. Suka..” “Suamimu memang nggak bisa ya” “Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh” “Ayo bilang.. Kamu lebih suka ngentotin suamimu atau aku” tanyaku sambil mencium wajahnya yang mendongak ke belakang karena rambutnya aku tarik. “Santi lebih suka dientotin Pak Robert.. Pak Robert jantan.. Suamiku lemah.. Ohh.. God..” jawabnya. “Kamu suka kontol besar ya?” tanyaku lagi “Iya Pak.. Oh.. Terus Pak.. Punya suamiku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Robert besar.. Ohh yeah oh.. God. Suamiku jelek.. Pak Robert ganteng. Oh god. Enakhh..”

 Santi mulai meracau kenikmatan. “Oh.. Pak.. Santi hampir sampai Pak.. Ayo Pak puaskan Santi Pak..” jeritnya. “Tentu sayang.. Aku bukan suamimu yang lemah itu..” jawabku sambil terus mengenjot dia dari belakang. Tangankupun sibuk meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan. “Ahh.. Santi sampai Pak..” Santi melenguh ketika gelombang orgasme menerpanya. Akupun hampir sampai. Kemaluanku sudah berdenyut-denyut ingin mengeluarkan laharnya. Kutarik tubuh Santi hingga dia kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku dan tak lama tersemburlah spermaku ke wajahnya yang cantik. Kuoles-oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke seluruh wajahnya. Kemudian Santipun mengulum dan menjilati kemaluanku hingga bersih. “Terimakasih Pak Robert.. Santi puas sekali” katanya saat dia membersihkan wajahnya dengan tisu.

 “Sama-sama Santi. Saya hanya berniat membantu kok” jawabku sambil bergegas membetulkan pakaianku kembali. “Ngomong-ngomong, kamu pintar sekali blowjob ya? Sering latihan?” tanyaku. “Santi sering lihat di VCD aja Pak. Kalau sama suami sih jarang Santi mau begitu. Habis nggak nafsu sih lihatnya” Wah.. Kasihan juga Pak Arief, pikirku geli. Malah aku yang dapat menikmati enaknya dioral oleh istrinya yang cantik jelita itu. “Kapan kita bisa melakukan lagi Pak” kata Santi mengharap ketika kami keluar ruangan meeting itu. “Gimana kalau minggu depan aku suruh suamimu ke luar kota jadi kita bisa bebas bersama?” “Hihihi.. Ide bagus tuh Pak..

Janji ya” Santi tampak gembira mendengarnya. Kamipun kembali ke ruangan resepsi. Santi aku suruh turun terlebih dahulu, baru aku menyusul beberapa menit kemudian. Sesampai di ruang resepsi tampak Jason sedang mencari aku. “Hey man.. Where have you been? I’ve been looking for you” “Sorry man.., I had to go to the restroom. I had stomachache” jawabku. Tak lama Santi datang bersama Pak Arief suaminya. “Pak Robert, kami mau pamit dahulu.. Ini Santi nggak enak badan.. Sakit perut katanya” “Oh ya Pak Arief, silakan saja. Istri bapak cantik harus benar-benar dirawat lho..” Santi tampak tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah Pak Arief menunjukkan rasa curiga. He.. He.. Kasihan, pikirku. Mungkin dia akan syok berat bila tahu aku baru saja menyetubuhi istrinya yang cantik itu. Tak lama aku dan Jason pun pulang. Sebelum pulang aku berpapasan dengan Lia, sekretarisku.

Aku suruh dia untuk mendaftarkan Pak Arief untuk training di Singapore. Memang baru-baru ini aku mendapat tawaran training ke Singapore dari salah satu perusahaan. Lebih baik Pak Arief saja yang pergi, pikirku. Toh memang dia yang mengerjakan pekerjaan itu di kantor, sedangkan aku hanya akan menolong istrinya yang cantik mengarungi lautan birahi selama dia pergi nanti. Tak sabar aku menanti minggu depan datang. Nanti akan aku ceritakan lagi pengalamanku bersama Santi bila saatnya tiba. Dengan tidak adanya batas waktu karena terburu-buru, tentu aku akan lebih bisa menikmati dirinya. Tamat

Cerita BF | Bokep Ngeseks Teman Sendiri

Cerita BF | Bokep Ngeseks Teman Sendiri - Namaku Kasan aku punya kisah indah pada tahun 1979. Usia saya boleh dibilang masih cukup muda untuk mengenal yang namanya bercinta. Saya baru berumur 13 tahun. Saya mempunyai seorang tetangga cewek dia bernama Ita. Dari bentuk tubuhnya boleh dijamin semua laki-laki yang melihatnya pasti akan berdecak kagum. Semlohai kata orang.

http://18atas.blogspot.com/2012/10/cerita-bf-bokep-ngeseks-teman-sendiri.html

Cerita BF | Bokep Ngeseks Teman Sendiri - Dia tingginya yaach kira-kira 155 cm, dan berat 48, pokoknya ideallah. Lebih ideal lagi ternyata payudaranya wah ukuran gedhe ( king size ). Wajahnya lumayan enggak jelek-jelek amat walaupun tidak berkategori cantik juga sih, tapi bodinya sangat semlohai, bahenol kata cowok- cowok yang memandangnya. Setiap cowok pingiiin dekat sama si Ita. Berbagai upaya dilakukan oleh beberapa cowok , engga ada yang berhasil mendekatinya. Hanya heran saya itu, ternyata dia ada perhatian sama saya , maklumlah tetangga dekat dan cukup handsome lagi, sehingga inilah kemenangan saya. Suatu saat ketika dia sedang mandi di sumur wajar sajalah karena orang desa engga punya kamar mandi, saya pas berada di dekat sumur itu, maka kesempatan bagi saya untuk melongok tubuhnya.

 Ternyata benar-benar wah , payudaranya, tengah-tangah pahanya yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus dan pinggulnya bak vespa ! Saya sangat bersemangat mengintip dia mandi, karena asyiknya dia mandi engga tahu bila kuperhatikan.Oh betapa bahenolnya dia, melebihi bintang film India. Bahkan Ratna Sari Dewi pun kalah sebagai madame de syuga , Ita pantas mendapat julukan madame de syurga.

 Ini setelah kejadianku dengannya yang cukup asyik sehingga ingin aku berbagi cerita........, pengin tahu ? terusain ajaaa. Suatu hari, hujan rintik-rintik. Dia cerita bila dia pingin ditemani di rumahnya karena semua anggota keluarganya sedang pergi ke tempat neneknya yang baru hajatan . Biasanya setiap dia sendiri pasti minta sayalah yang menemani di rumahnya. Pernah saat saya sedang berusaha mendekati dan meraih tubuhnya, ee dia teriak, dan sayapun gagal menjamah tubuh semlohainya itu. Saya pamit pada orang tua saya dan ternyata diijinkan tanpa ada kecurigaan apa-apa. Saat itu jam dua siang, tapi cuaca yang mendung kelihatan seperti sudah jam enam petang. Dengan senang hati saya masuk ke rumahnya lalu pintu saya kunci pakai palang kayu.

 "Lho kok dikunci?" dia bertanya " Ya .. biar amanlah, soalnya saya kan masih kecil, nanti kalau ada maling saya takut sehingga biar engga ada orang lain masuk .. yaaa.. kukunci saja. Engga apa- pa khan ? " komentarku. " Iya.. ya.. sudah duduk dulu saya tak membuat minum " sahutnya " Wah terima kasih " jawabku. Maka dia pun membuat minuman dan saya telah mempersiapkan sebuah buku porno yang saya dapat dari teman sekolah SMPku. Dan mulailah aku membaca dengan diterangi lampu teplok . "San, Kau baca apa sich ? Kayaknya asyik banget." begitu ucap Ita sambil mendekatikiu dengan membawa segelas kopi panas. "Boleh dong aku ikut membaca?" tanyanya . " Wah ini bacaan cowok je. Cewek endak boleh nanti ndak semaput.." Saya pancing biar penasaran.

 Dia terdiam saat itu, tapi menjulurkan kepalanya ke arahku. Dulu pernah dia itu kupegang payudaranya saja, dia berteriak dan memaki-maki, maka kini agar dia tidak berteriak bila kupegang , maka saya buat penasaran dulu. "Kasih doong, masak sih pelit amat.." dia berkata. "Okelah boleh kau baca.. tapi syaratnya jangan jauh-jauh dari saya.." kataku "Mengapa ?." tanya Ita "Eh, ngga apa-apa kok." jawab saya bingung mau menjelaskan. Lalu dia pun mulai membaca. Dia kaget ketika membaca ada adegan yang syuur, tapi ternyata dia masih melanjutkan bacaannya. "Wah-wah-wah, kesempatan nih..?" pikir saya dalam hati. Tapi saya sudah senang sekali, apalagi saya melihat Ita mulai sesak napasnya. Mukanya bersemu merah tanda berahi mulai menjangkiti dirinya. Saya yang sudah sejak tadi terbawa sedikit birahi langsung menyenggolkan tangan saya pura-pura mau ambil gelas ke payudaranya.

 " Aaaahhh " Ita merintih. Saya tidak jadi ambil gelas tapi malah parkir di bukit indah itu, yang kemarin ketika saya pegang dia berteriak, tapi sekarang malah merintih. Tiba-tiba saja Ita langsung mendekatiku dan segera menempelkan badannya pada badanku. Yach sudah otomatis saya akan merespon juga donk. Tanganku makin aktif menjelajahi bukit yang king size itu. Kemudian kubuka kancing baju atasnya yang berada di punggung sambil memeluk dadanya. Ita makin merintih, ketika puncak bukit itu tertekan dadaku. Saya makin leluasa membuka bajunya, bra-nya dan... payudaranya segera menyembul sang king size, maka bibirkupun mendekat dan mengulum puncak king size indah itu. " Mmmmmmm " " Hhhhh ! Hhhhhh! Hhhhh! " napasnya makin memburu, dan bukunya sudah jatuh. Tangan saya mulai lebih berani lagi menelusuri seluruh lekuk tubuhnya dari dada, perut , pinggul. Lalu ke depan.

 Kuselusupkan ke CDnya yang udah kendor. Ita makin merintih, terlebih manakala jariku meremas bulu halus yang kemarin kelihatan. Ita makin menggelinjang, dengan segera kubuka seluruh pakaiannya, sambil kubimbing berdiri, karena tingginya sama, maka segera ketika berdiri pelukanku tepat pada dua bukit kembarnya itu. Ita kuajak berjalan ke amben yang di dekat kursi tadi. Sembari berjalan sungguh sangat nakal tangan dan bibir saya. Bibir mengulum bibir Ita , tangan meremas bukit indah Ita dan tangan satunya bermain di hutan yang halus itu.

Begitu Ita kududukkan di amben maka saya sembari nyopoti kaus yang kupakai, celana dan CD-ku sekaligus tanganku nyomoti bukit indah itu, pokoknya refleklah saudara-saudara ! Tanpa sadar tangan saya mencoba mencopot CD terakhir Ita, Dia makin melenguh panjang pendek " Hhhhss, hhss, hhhhssssss. " Akhirnya kami berdua bugil gil. Lalu saya terus bermain dengan bukit indah di bibir dan tangan satu meranjah-ranjah hutan halus itu, sementara tangan lain menekan, memilin, mengelus pokoknya apa saja dilakukan yang penting tidak membuat sakit dulu. "Uhg ugh uhg ugh" Keluh Ita ketika satu jariku menyentuh jari kecil pada belahan di antara pahanya. Kini dia tidak memaki lagi, tapi melenguh-nguh-nguuuh ! Tubuh mulusnya kini bersimbah keringat, rambutnya yang terurai panjang menambah gairah , tapi bau keringatnya waoow , orang desa sih, maka tanganku yang satu kemudian mencari-cari botol parfum yang memang tadi udah kusiapkan. Lalu sert.. sert.

 Kusemprot dulu dengan parfum tubuhnya, sehingga seger dan wangiii. Berikutnya tanganku beraktivitas lagi . Tapi ternyata ada penolakan dari Ita. " San ... udah San tolong udah san, jangan diteruskan " katanya. " Ah... masak saya harus gagal sih menikmati tubuh indah yang udah dalam dekapan ini ? " batinku. " Gimana caranya ya ? " Ita sudah mengepitkan pahanya rapat sekali, tapi dia masih berada di bawah saya, maka sayapun nyessel banget kenapa tadi pakai semprot-semprot dulu. Dengan sisa semangat yang masih menggebu saya peluk Ita erat-erat, puncak bukit kecoklatannya saya kulum lagi, lidah saya mainkan di situ, dan Ita mengerang halus, maka saya makin bersemangat. Tangan satu mulai menelusup ke tengah-tengah pahanya yang sudah dikepit itu, ah susah sekali menerobos kepitan itu. Lama-kelamaan bibir saya yang aktif itu ada gunanya ternyata. Pahanya makin melemah dan jariku berhasil menerobos kembali pada belahan diantara hutan halusnya itu.

 Ita mengerang lagi " Ohh.. jangngngan ..." tapi tangannya memeluk tubuhku erat sekali. Ketika jariku menerobos lebih dalam lagi maka tangan Ita kini sudah berada pada pinggulku menarik ke arah selangkangannya. Kini dengan mudah kusibakkan paha mulus itu. Jariku bisa dengan leluasa memainkan perannya dan saat menyentuh lubang maka jari itu bermain lebih lincah, sehingga Ita melenguh lagi. " Oohhh... tolong jangngngaannn " Kudapati jari itu sudah basah lendir kini, aku heran kok banyak lendirnya ya ? Ita melenguh lagi " Oohhhhh jangngngaannn .. " Kupikir isyarat agar aku jangan lama-lama lagi, maka serta merta kudekatkan selangkanganku dengan laras panjang yang membara dan kini mulai menyentuh belahan paha itu. Hangat kurasa kena lendir yang banyak. Lalu mulailah saya sibakkan lebih lebar lagi paha mulus itu dan kepala itu mulai menyelusup diantara dua belahan. Hangat, licin-peret, lunak sekalllli terasa, dannn Jessss laras itu kini menusuk belahan padat kenyal. " Ohh " bersamaan kami berdua vaginaik. Saya vaginaik keenakan, Ita vaginaik juga enak bercampur sari, dangdut, keroncong , perih , ngilu dll (katanya kemudian setelah acara kami ini selesai).

Saya terdiam beberapa saat kubiarkan laras panjang itu menyoblos masuk dan makin masuk dan makin ambles... blessss. " Aduh ! " Ita berteriak ketika tercoblos laras lunak tapi kenyal itu. Ada lelehan dingin terasa mengaliri batang itu, tapi sedikit demi sedikit kutekankan pada tempat paling lunak sedunia itu bagi batang larasku ini. Seluruh batang sudah tertanam dan berdenyut-denyut, rasanya pinginnnn sekali bergerak-gerak, tapi rasa enak itu muncul dan ketika denyutan laras itu makin mengeras, Ita terpekik " Iiih .. " setelah sekian lama akhirnya dialah yang memulai gerakan pada pantatnya ternyata sudah tidak sakit lagi dan mulai menikmati arti terobosan batang laras yang perkasa , kenyal, lunak hangat dan berdenyut itu. Gerakan-gerakan kami makin liar hingga kami berdua semakin basah oleh keringat. Akhirnya terjadi pelukan yang sangat kencang dari Ita, bersamaan dengan itu kemudian pucuk larasku terasa sangat ngilu dan saya merasa melepas sesuatu dari pucuk itu . " Aahh ! " Ita terpekik lagi, ketika semprotanku melanda rahimnya.

 Saya terjelepok dalam pelukan hangat tubuh semlohai itu. Pahanya yang seperti buah labu putih panjang dan halus seperti balon mau meletus, kimi sedang mengepit erat pahaku, dan celah diantara paha itu kini menjepit kuat sekali laras panjang rudalku.

Ada rasa berdenyut- denyut dari pangkal laras sampai ke ujung yang diliputi oleh selimut empuk dinding celah gua Ita itu. Kami berdua melepas napas panjang keenakan dan yang paling puas adalah saya telah berhasil manaklukkan singa betina nan buas yang kini telah jinak dalam pelukanku, sementara mulutnya dengan lahap menelan daging mentah dan segar serta kenyal punyaku. Pokoknya siip lah! Sangat menyejukkan hati dan menenteramkan jiwa ketika pelukan kami semakin erat dan daging kenyal terus terselip di lorong gua basah nan nikmat. Permainan ternyata dilanjutkan lagi sampai tiga babak sehingga waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 sore.

 Hujan turun makin lebat, tetapi kami berdua yang tanpa selembar benangpun tidak merasakan dingin bahkan panas membara dan bergeloraaa. Berkali-kali Ita vaginaik-mekik Permainan berakhir ketika kami tertidur dan malam hari terbangun kedinginan tanpa ada lembaran kain yang menutupi tubuh kami. Untunglah seluruh keluarga Ita tidak pulang karena hari hujan dan ternyata Ita terbiasa sendirian di rumah. Tahu kayak begini udah tak kerjain dulu- dulu tanpa harus ada acara tip-ngintip segala. Ternyata enaknya engga ada dijual di toko manapun juga. Sekian..

Cerita Sex | Cerita Dewasa | Cerita Hot | Cerita Mesum

Cerita Sex | Cerita Dewasa | Cerita Hot | Cerita Mesum - Cinta memang aneh, bisa datang kapan saja, di mana saja, dan terhadap siapa saja. Cerita berikut mengenai percintaan saya dengan teman satu SD saya. Anehnya, kita tidak kenal waktu itu dan kenalnya sewaktu saya belajar di London dan dia (temanku red) sudah menikah di negeri jiran Singapore. Tentunya berkat kemajuan teknologi internet dan telepon. Perkenalkan nama saya Agus dan saat ini saya bekerja di Singapore.



Cerita Sex | Cerita Dewasa | Cerita Hot | Cerita Mesum - Di bulan Desember 1999, karena sedang liburan (saat itu aku sedang kuliah MBA di UK), aku iseng chatting lewat MIRC. Saat ini aku berkenalan dengan seorang wanita yang sebut saja namanya Nelly. Dia tinggal di negeri jiran Singapore. Nelly sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Setelah mengobrol kesana kemari, akhirnya ketahuan juga kalau Nelly dan aku ternyata satu sekolah sewaktu SD di kota M di pulau Sumatera. Aku masih mengingatnya, soalnya walau masih ingusan (6 SD), dianya sudah terkenal karena kecantikan dan tubuhnya yang montok.

 Tapi Nelly sendiri sudah lupa kepadaku. Mungkin aku tidak begitu ngetop sih. Tapi seingatku, aku ngetop juga kok. Aku selalu juara kelas waktu SD, lumayan kan? Mungkin karena jodoh, pembicaraan kita selalu klop. Aku tidak tahu kenapa aku suka sama cara dia chatting, mungkin dari sifatnya yang manja atau suaranya yang merdu (kita tukaran nomor telepon). Akhirnya dari sekedar chatting lewat internet, hubungan kita berlanjut dengan saling telepon. Aku baru sadar, cinta bisa tumbuh lewat chatting maupun telepon, betul tidak? Nelly sering komplain padaku kalau suaminya jarang memperhatikannya.

 Suaminya sibuk dengan bisnis dan jarang mencurahkan kasih sayang. Nelly juga mengakui kalau sudah sekitar 6 bulan mereka tidak pernah berhubungan badan lagi. Dia sendiri tidak mengerti, mungkin tiada lagi cinta di hati mereka. Suatu hari Nelly mengirim photonya, aku masih ingat photo itu diambil di Australia. Waktu melihat photo itu, aku sedikit kaget, karena Nelly sangat cantik, jauh lebih cantik dari bayanganku. Dengan rambut cepak, mulut yang mungil, dan tubuh tinggi langsing Nelly adalah seorang cewek yang diidamkan setiap lelaki. Aku merasa iba dengan kondisi perkawinannya. Ada yang bilang cewek cantik jarang ada yang bahagia. Dari contoh beberapa teman cewek yang kulihat memang begitu sih adanya. Jadi beruntunglah cewek yang tidak terlalu cantik. Sering Nelly mengeluh kepadaku kalau dia merasa kesepian dan membutuhkan belaian lelaki. Sayang saat itu aku ada di Inggris. Sampai suatu hari aku meneleponnya dan kebetulan dia sedang horny.

 "Yang, aku udah horny nih... pingin main..." kata Nelly dengan suara mendesah. Aku bingung juga mau ngapain saat itu, tapi dengan membayangkan wajahnya dan tubuhnya, kemaluanku langsung tegang. "Kamu lagi di mana? Suami kamu ada tidak?" tanyaku. "Aku sendirian di rumah..." jawab Nelly. "Nell, aku juga sudah tegang nich membayangkan kamu... kamu pakai baju apa?" tanyaku. "Aku pakai daster berwarna putih..." balasnya mesra. "Pake BH, tidak?" aku ingin tahu kondisi detailnya untuk imajinasiku. "Tidak... " jawab Nelly. "Nelly, bayangin aku dong... saat ini aku lagi mengelus kemaluanku dan membayangkan kamu. Adikku sudah bangun dari tadi..." aku berusaha membangkitkan imajinasinya. "Ahh..." dia terdiam. "Nel... buka dastermu... oke? aku pingin menghisap susumu, aku pingin meremas susumu... bayangin tanganku di susumu, oke?" lanjutku. "Terus ciumanku turun ke perutmu... ke pahamu... dan ke klitorismu..." Aku bisa mendengar desah nafas Nelly yang makin memburu.

 Akhirnya dengan menceritakan kondisi masing-masing, aku ejakulasi (buru-buru kubersihkan memakai tissue, soalnya aku sedang tiduran di ranjangku) dan Nelly juga mengakui kalau dia orgasme pada waktu bersamaan. Aku memang mengatur kocokan kemaluanku untuk menyamakan waktu orgasme kami. Aku percaya kalau dianya orgasme, dari suara dan teriakannya ketahuan kalau dia horny berat. Selanjutnya kita sering melakukan seks melalui telepon dan imajinasi. Seminggu sekitar dua kali, biasanya hari Sabtu (Siang hari waktu Singapore) dan hari Rabu (tengah malam waktu Singapore, kalau suami dan anaknya sudah tidur). Pernah Nelly masturbasi di dapur saat tengah malam sambil bertelepon ria denganku, saat itu dia tidak berani terlalu keras bersuara.

 Sejak saat itu hubungan kami semakin akrab. Aku mengirim kado pada Nelly (dildo yang bisa bergetar) dan dia menghadiahkan kemeja kepadaku. Selesai kuliah (September 2000), aku akhirnya pulang ke Indonesia. Karena kondisi perekonomian yang masih kacau, aku memutuskan untuk mencari kerja di Singapore. Tanggal 2 September 2000 (hari Sabtu) aku mendarat di bandara Changi. Sebelumnya aku sudah telepon ke Nelly kalau aku akan tiba hari ini dan dia akan menjemputku. Saat aku keluar dari bandara, aku melihat ke sana ke mari untuk mencari Nelly, kutunggu sekitar 10 menit tapi dia tidak muncul, aku sudah khawatir kalau dia tidak menepati janji, soalnya ini pertama kalinya aku ke Singapore, jadi buta sama sekali. Rencananya dia akan mengantarku ke hotel.

 "Agus ya...?" tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. Aku membalikkan badan dan aku terkesima. Di depanku berdiri seorang gadis manis dengan tinggi sekitar 167 cm. Rambutnya dipotong pendek dan memberikan kesan tomboi. Dia memakai jeans hitam dan baju biru tua dari bahan yang tembus pandang. Di dalamnya kelihatan BH hitamnya. "Kok ngelamun?" tanyanya lagi. "Ee.. ee... aku Agus... kamu Nelly khan?" jawabku tergagap. "Hihi... iya... sudah lama?" tanya Nelly. "Tidak, baru nyampe... aku tidak menyangka kamu secantik ini..." Pujiku sejujurnya. Memang dia cantik sekali dengan alis hitam, mulut mungil dan bibir yang tipis. "Hahaha... " dia tersenyum manis. "Oh my god, this must be the luckiest day in my life", pikirku dalam hati. Kemudian kita menuju ke tempat parkir dan sesuai dengan kesepakatan semula, Nelly akan mengantarkanku mencari hotel.

Aku bermaksud tinggal beberapa hari di hotel sambil mencari apartemen yang sesuai. Setelah melihat beberapa hotel, akhirnya aku setuju untuk menginap di Crownprince Hotel di Orchard Road dengan biaya sekitar SG$ 140 per malam. Sesudah mendaftar dan melengkapi semua dokumen, saya dan Nelly berjalan menuju kamar 214. Tiba di kamar, aku langsung menjatuhkan tubuhku ke kasur. "Ahhh... capek", kataku. Perjalanan ke Singapore memang cuma satu jam tapi berhubung aku membawa koper yang cukup besar, jadinya ya capai juga. Nelly berjalan menuju kasur dan duduk di tepi ranjang. "Kasihan... Mau aku pijat tidak?" tanya Nelly. Tuing! belum apa-apa batanganku sudah bangun, soalnya aku sudah membayangkan apa yang akan terjadi kalau dipijat cewek manis ini.

 "Mau dong..." kataku sambil membalikkan badan sehingga posisiku jadi telungkup. Nelly berjalan ke arahku lalu menyingsingkan lengan bajunya. Nelly kemudian naik ke ranjang dan duduk di punggungku. Aku bisa merasakan pinggul dan pahanya yang mulus. Kemudian terasa di pundakku pijatan lembut, sangat nyaman. Setelah lima menit aku berkata, "Udahan ah... kasihan kamunya capai..." Nelly cuma tersenyum dan berbaring di sampingku. Aku menatap wajahnya yang ayu dan dia tetap tersenyum, kemudian dengan perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dia tidak mengelak, lalu dengan perlahan kucium keningnya kemudian turun ke pipinya. Tiba-tiba Nelly mengarahkan mulutnya ke mulutku, jadinya kita sekarang berciuman dari mulut ke mulut.

 Aku bisa merasakan ciumannya yang lembut, perlahan aku menjulurkan lidahku ke mulutnya. Lidahku dihisap pelan dan digigit perlahan, nikmat. Aku lalu menggerakkan tanganku ke pipinya yang mulus, dan kuelus. Perlahan tanganku turun ke lehernya dan ke arah payudaranya. Kuremas perlahan payudaranya dan terdengar nafasnya yang mulai memburu. Aku menggerakkan jariku mencari puting susunya. Setelah beberapa lama, akhirnya kutemukan juga lalu kupelintir seperti memutar mur. "Ahhh..." Nelly mendesah. Tanpa menunggu aba-aba, jariku mulai menuju kancing kemejanya dan membuka kancing kemeja tersebut satu persatu. Nelly, cuma menatapku dengan tatapan mata yang begitu sayu. Setelah kemejanya terbuka, tanganku beralih ke belakang bra-nya untuk membuka kaitan bra tersebut. Sayang karena belum berpengalaman di dunia buka membuka BH, aku tidak berhasil membuka kaitannya, Nelly cuma tersenyum dan menggerakkan tangannya untuk membuka bra tersebut.

Tentu saja dia berhasil. Akhirnya terpampanglah sepasang buah dadanya yang indah di depan saya, tidak terlalu besar, tapi masih mancung dengan puting yang mungil berwarna coklat muda. Heran juga aku soalnya Nelly sudah mempunyai dua orang anak. Tapi mana sempat aku berpikir panjang lagi. Dengan gerakan cepat, aku membuka baju dan jeans-ku. Melihatku membuka jeans, Nelly juga melepaskan jeans-nya dan memamerkan celana dalamnya yang berwarna hitam.

 Sekarang di tempat tidur berbaring dua insan hanya dengan celana dalam. Aku lalu mengelus rambutnya dan mengulum bibirnya. Ciumanku turun ke leher, lalu naik ke belakang telinganya, turun lagi ke payudaranya, lalu ke perutnya yang langsing. Dan terus ke paha dalamnya, turun lagi ke lututnya. Kugigit perlahan lututnya, Nelly cuma mendesah. Jilatanku sekarang naik lagi menuju kawasan segitiga emas. Jariku lalu menarik pinggiran celana dalamnya dan aku bisa melihat liang kemaluannya yang berwarna merah muda. Tercium juga wangi kewanitaan yang membuat adikku berontak keras. Aku mencari klitorisnya yang agak tersembunyi, lalu aku menggerakkan lidahku ke arah klitoris tersebut. "Ahhh..." Nelly menggerakkan pahanya menjepit kepalaku dan menaikkan pinggulnya.

 Hidung dan mulutku terbenam di kue empuknya. Enak sekali. Kemudian setelah jepitan pahanya agak mengendur, lidahku diarahkan ke arah lubang kemaluannya dan kukeluar- masukkan lidahku di sana. "Ahhh... ahhh..." Nelly mendesah. Aku bisa merasakan bahwa cairan di kemaluannya kian banyak. Kemudian aku berdiri dan membuka celana dalamnya dan celanaku juga. Tiba- tiba Nelly menarik tanganku untuk berbaring dan dia mengarahkan mulutnya ke kemaluanku. Dengan buas batanganku dilahapnya. Bijinya juga dipermainkan dengan lidahnya. "Aduhhh... Enaknya..." aku cuma terdiam dengan nafas memburu. Cukup lama Nelly melakukan hisapan. Kemudian aku membaringkannya dan naik ke atas tubuhnya. Aku melihat rambut kemaluannya yang tidak terlalu lebat tapi tumbuh dengan rapi.

 Aku membuka pahanya dan menuntun adikku ke lubang kenikmatan Nelly. Dengan pelan aku mendorong batang kemaluanku ke liang kemaluannya. "Ahhh..." Nelly menaikkan pinggulnya dan aku mendorong, masuklah batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. Terasa hangat, basah dan agak sempit. Kembali heran juga aku, soalnya dia kan sudah punya dua orang anak tetapi lubang surganya masih sempit. Aku memulai memompa, kutarik lalu kumasukkan kembali. Makin lama makin cepat. Terasa sangat nikmat. "Enakkk Gusss, enak..." Nelly mulai menjerit. Aku kemudian memperlambat pompaanku sebagai gantinya aku mengganti jurus putaran sejuta nikmatku. Aku memasukkan kemaluanku sampai mentok, lalu kutarik sedikit dan kuputar pinggulku.

 "Ahh..." Nelly memelukku dan mencakar punggungku. "Aku keluar Gus.... Aaahhh... aaahhh... aahhh, " Nelly meronta-ronta ketika hampir mencapai puncak kenikmatannya. Akhirnya terasa kakinya dan tubuhnya mengejang. Nelly sudah mencapai klimaksnya. Aku tersenyum dan menciumnya, mengelus rambutnya. Setelah beristirahat selama tiga menit, aku mulai menarik batang kemaluanku dan memasukkannya kembali. Dalam waktu singkat birahi Nelly bangkit kembali. Kemudian aku meminta Nelly menungging dan tanpa banyak bicara Nelly menuruti kemauanku.

 Sepasang pantatnya yang putih bersih sekarang terpampang di hadapanku dari belakang. Aku bisa melihat belahan kemaluannya yang berwarna merah muda. Lubang pantatnya terlihat sangat kecil. Aku mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluannya dan tiba-tiba kudorong dengan cepat. "Aahhh... Gusss... ampunn... Enak..." seru Nelly. Tanganku memegang pinggul Nelly dan menggerakkan tubuhnya maju, mundur, maju, mundur. Sekarang yang terdengar hanya teriakan histeris Nelly. "Guusss... Gusss... terusss..." seru Nelly, "Aku datang lagi Gus..." Aku mempercepat dan memperdalam hujaman kemaluanku. "Ahhh..." akhirnya kita sampai ke puncak bersama. "Croott... crot..." spermaku yang tumpah ke liang kemaluannya banyak sekali. Hari itu kita bercinta sekali lagi dan besoknya hampir dua kali sehari. Memang jarak bukan batasan cinta.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
(˘̀^˘́҂)ҧ Design by uncensored8 | By Maling Durjana DMCA_logo-200w Pelacur Gratis Fast loading | Sexy Analytic (˘̀^˘́҂)ҧ