Warung Bebas

Wednesday, October 31, 2012

Kata Kata Sedih Buat Pacar Dan Kekasih

Kata Kata Sedih Buat Pacar Dan Kekasih bisa sobat jadikan kata kata motivasi atau pemberi semangat anda untuk mencoba mencari kebahagiaan yang di berikan orang lain yang bisa mengobati perih yang sobat rasakan. Kata kata sedih memang seringkali diucapkan oleh orang-orang yang telah disakiti, mahu itu dari pacar, teman, karebat, ataupun dari siapa saja yang telah menyakiti hati seseorang sehingga kata kata cinta yang penuh kesedihan sering kali diucapkan oleh orang yang selalu disakiti.

Kata Kata Sedih Buat Pacar Dan Kekasih

Biasanya jika kita telah mengungkapkan perasa'an sedih kita, maka hati akan terasa lega meskipun kesedihan tersebut tidak sepenuhnya hilang.Nah buat para sobat yng lagi sedih disini kami share buat sobat semua yang lagi sedih yang mana kesedihan sobat ataupun seseorang dapat di tungkan dalam sebuah kata kata sedih.


Di sebalik kalbu
Yang semakin layu
Terbenam rasa rindu
Terkunci suara hati
Tiada siapa tahu

Dimanakah kasih
Tak seperti dulu
Kata kau sayangkan ku
Benarkah itu

Kabur kabus yang melindung
Haluan menuju ke mahligai kalbu
Biar samar ku teruskan
Langkahku kedepan
Seruan disahut

Demi nama cinta agung kita
Ku juangkan segalanya
Tiada yang bisa menghalang
Kita berdua

Rindu Terhenti

Telahku tinggalkan
Memori Silamku itu
Tidak ku biarkan
... Hidupku dibelit pilu

Walaupun duka menampar dada
Walau sepi mencalar hati
Rindu ku terhenti

Bersabarlah dan mohon mengerti, merubah hatiku tak semudah yang ku tahu, percayalah dan yakinkan diri karena kubutuhkan semua itu darimu.

Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.

Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

Ribuan hari aku menuggumu, yang ku sangka kau beri aku harapan, tapi ternyata hanya harapan kosong, apakah tak ada sedikitpun tempat untukku di hati mu ?
Kau boleh saja benci aku, tapi tolong jangan kau tak acuhkan diriku

Aku ga ngerti sama km kenapa jd dingin gini, aku udah kasih semuanya buat km, tp km selalu masih anggap ak sebelah mata

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang

Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.

Cinta yang hilang biarlah menghilang, Jangan harapkan cinta itu kembali, Atau hanya akan menyakitimu kembali

Kini terakhir kumengenalmu, kini terakhirku menyapamu, bila nanti kou ingin kembali, tunggu .... Sampai aku mati ...

Telah sekian kali kumerasa bersalah, hanya karna sifatku yang tak ingin terluka, jauh dari niatku membuatmu gelisah, resah rasa takutku kehilangan dirimu, Mungkin kou telah berikan yang terbaik sampai kita disini .. by. utara band


Maafkanlah sahabatku karena ku telah jatuh cinta padamu, pesonamu memaksa aku tuk rasakan lembut kasihmu .. Salahkanlah hadirnya cinta, hinggapi perasaan kita, dan biarkan semua ini berjalan apa adanya. Bersamamu telah kutemukan betapa takutku merasa inginkanmu selamanya seutuhnya

Cinta sejati tak datang begitu saja. Banyak proses yg harus dilalui bersama, menderita, menangis, dan tertawa bersama.


Ribuan hari aku menuggumu, yang ku sangka kau beri aku harapan, tapi ternyata hanya harapan kosong, apakah tak ada sedikitpun tempat untukku di hati mu

Aku tidak mengerti dan menyadari berapa dalamnya rasa cintaku padamu, sampai tiba saatnya kita berpisah

Maafkan aku. Kau boleh lakukan apa saja untuk membalasku, mencaci, memaki, tapi jangan pernah tinggalkan aku.

semoga informasi tentang kata kata sedih ini bermanfaat

Kata Kata Cinta

Kata Kata Cinta - Kumpulan Kata Kata Cinta - Kata Kata Mutiara Cinta - Makna cinta yang begitu mendalam tertuang dalam kumpulan kata kata mutiara tentang cinta. Sengaja disuguhkan untuk mengenal arti sejati sebuah cinta yang bijak. Makna cinta sesungguhnya memang sangat luas, oleh sebab itulah kata mutiara cinta berikut mengungkap arti cinta sebenarnya dalam sebuah judul Kumpulan Kata-Kata Mutiara Tentang Cinta.

Kata Kata Cinta

Bagi Anda yang mencari arti cinta sejati untaian kata cinta dibawah ini mungkin bisa berguna, kata cinta yang dilantunkan dalam bentuk Kata Kata Bijak Mario Teguh. Inilah kumpulan kata-kata mutiara tentang cinta yang kami maksudkan

Kumpulan Kata Kata Mutiara Cinta Nan Indah

Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyediahkan

Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad

Cinta berlalu didepan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi didalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Jangan menangis, Kekasihku.. Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan

Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang karena pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad

Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dekaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu

Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian

Cinta adalah satu-satunya kebebasan didunia karena cinta itu membangkitkan semangat, hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang

Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imajinasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan

Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki, tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya

Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tau ini adalah takdir, kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita

Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik kepahitan yang penuh misteri

Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya

Cinta yang dibasuh oleh air mata akan tetap murni dan indah senantiasa

Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta

Cinta memang buta, namun orang-orang bijak tak akan pernah dibutakan oleh cinta

Kumpulan Kata Kata Maaf

Kumpulan Kata Kata Maaf - Kata Kata Maaf Permintaan Maaf | Macam-Macam Kata Maaf | Kata Kata Maaf  buat Sahabat | Kata Kata Maaf buat Kekasih | Kata Kata Maaf Buat Orang Tua - Bermacam kata permintaan maaf kepada sahabat, ibu, teman, orang tua dan tentunya buat pacar atau kekasih yang di cinta untuk pertama maupun terakhir. Orang yang paling pemberani bukanlah pria yang berhasil memenangkan sebuah pertempuran hidup dan mati, tapi melainkan saat anda mau meminta maaf kepada orang lain. Ya hal sepele inilah yang membuat manusia menjadi jauh lebih baik daripada orang lain. Dan seandainya itu terjadi, maka itu adalah awal dari perdamaian di dunia ini.
dan di bawah ini adalah kumpulan kata - kata maaf :


Kumpulan Kata Kata Maaf


Kumpulan permintaan maaf kepada sabahat atau lebih dikenal dengan teman sejati :

Dunia ini tidak ada yang sempurna, jadi sahabat aku mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahanku yang telah terjadi.
Kesalahan yang terjadi, itu mungkin aku yang salah atau kamu yang salah, tapi tolong jangan biarkan itu mengkikis habis persahabatan kita.
Sahabat aku akan lakukan apapun untuk memperbaiki kesalahan, itu besok ketemuan yuk!!
Besok aku mau ketemuan membahas masalah kita, semoga dengan akal sehat dan pikiran dingin kita bisa menyelesaikan masalah diantara kita

Kumpulan kata-kata maaf kepada kekasih atau pacar yang sangat di cinta :

Air mata mengalir hingga landasan bumi
Pedih menusuk kalbu yang kerang
Ketidak mampuanku kusadari kini
Seperti saat ini dikala aku yang tak mampu kau beri

Aku tahu semua ini tak akan cukup untuk mu
Maafkan diriku kekasih, maaf dan maaf
Mendekatlah kesini kasih
Kan ku kecup keningmu
Agar menenangkan hati kecil mu

 Aku minta maaf, aku mohon jadikanlah aku menjadi milikmu lagi.
Aku mungkin telah salah tetapi jika aku tidak melakukan ini, saya tidak akan pernah benar. Saya minta maaf.
Jika aku bisa menghindari apa yang terjadi, aku akan, tapi karena aku tidak bisa, tapi aku akan minta maaf.

Kamu adalah orang paling baik yang saya temui. Maafkan hal ini dan anggap sebagai tindakan bodoh, yang pasti aku tidak bisa hidup tanpa kamu.
Masa depan kita tergantung pada catatan permintaan maaf! Menerimanya dan mengubah hidup saya selamanya.

Saya mengirim pesan ini untuk mengatakan maaf, kamu dapat menerima atau mengabaikannya. Jika kamu mengabaikan, aku akan mengirim pesan lain sampai kamu menerimanya.
Lelah ku coba satukan puing-puing perasaan kita
Walaupun aku sadar takkan ada hasilnya
Mungkin tangiskupun takkan merubah perasaanmu
Walau hanya sedikit

Aku masih mengharapkan maaf itu
Sungguh perasaan yang sulit
Kenangan kita terhapus oleh kesalahan ini
Begitu beratkah kesalah ku ?


Kumpulan kata-kata maaf kepada ibu atau orang tua :

Di tengah malam ini
Kucoba tuliskan segores kata
Seukir senyuman nyata
Sebagai tanda cinta
Untukmu,

IBU….
Belum ada yang bisa kuberikan padamu, Bu…
Tidak emas
Bukan berlian
Bahkan permata
Apalagi tahta!
Yang ada hanya bohongku
Yang ada hanya bantahanku
Yang ada hanya gerutuanku

Jangankan senyum yang tersungging di wajahmu
Tapi yang ada malah air mata karna kelakuanku!
Sungguh Bu, lihatlah anakmu
Makin hari makin besar makin dewasa
Gurat tua di wajahmu pun nampak semakin nyata
Tapi,
Apakah makin besar baktiku padamu, Bu?

Katakan yang keras hingga Allah pun mendengar!
Sungguh, jawabannya tidak, Bu!
Yang ada aku semakin jauh darimu
Makin kasar terhadapmu
Tak lagi mendengarmu
Berasa diri ini sudah mampu menapak sendiri tanpa dirimu, Bu!
Diri ini sombong, diri ini angkuh!

Padahal,
Siapa aku, Bu…
Siapa aku…
Aku tidak akan ada disini tanpa dirimu
Aku yang keluar dari rahimmu beberapa tahun lampau
Bersimbah darah, bertatap dengan maut

Tapi apa, Bu…
Senyum…
Sebuah senyuman dan tangis haru yang malah ada pada dirimu,
Bukan caci maki dan sumpah serapah bahwa aku telah memberatkanmu…
Sekarang,
Ketika aku melawanmu,
Kau tak pernah lontarkan sumpah serapah mengutukku,
Yang ada kau malah mendoakanku
Mendoakan anak yang tak pernah tahu rasa terima kasih..

Duh, Ibu…
Sungguh, apakah kau tahu?
Tak salah Allah kirimkan malaikat padaku
dengan sebuah status mulia yaitu IBU…

Aku bersyukur, Bu
Sungguh bersyukur
Taqdirku bertemu denganmu
Taqdirku merasakan cintamu
Taqdirku memilikimu

IBU,
Andai kau tahu
Sungguh selama ini banyak hal yang ingin kuceritakan padamu
Banyak sekali kata maaf yang terkunci rapat di ujung bibirku
Tak terhingga kata cinta yang ingin kuutarakan padamu, Bu…
Tapi anak remajamu ini masih merasa malu
Walaupun diri ini sendiri bingung,

Untuk apa aku malu,
Pada IBUku?

Aku hanya bisa bilang,

IBU MAAFKAN AKU
IBU AKU MENCINTAIMU…

Bahkan lebih dari yang IBU tahu,
Karna aku tak pernah memberitahumu

Nah itulah Kata-kata maaf dari sekayu agency semoga bermanfaat....

Tuesday, October 30, 2012

Kata Kata Buat Ibu

Kata Kata Buat Ibu - Kata Kata Untuk Ibu - Ibunda adalah orang yang pertama kita harus hargai dimana dialah yang melahirkan kita, dan ibu kita lah bersusah payah merawat kita nah dengan ini kita harus menggungkapkan kata kata buat ibu atau sebuah puisi untuk ibu kita dimana itu lah yang bisa kita katakan dengan kasih dan sayang kita untuk menggungkapkan sebuah puisi buat ibu.


Kata Kata Buat Ibu

Selain itu banyak cara lain untuk menggungkapkan kata kata buat ibu bukan dari segi kata kata atau puisi saja banyak cara lain buat mengungkapkan rasa sayang kita kepada ibu atau mama dan orang tua kita dengan cara memberi hadiah dan lain sebagainnya, nah dibawah sini ada sedikit puisi karya saya sendiri saat merenung tapi artinya hanya saya yang tau, hehehehehee...monggo silakan dibaca dibawah......




"Ketika memandang mu"

Ketika aku memandang mu
Banyak yang aku pikirkan untuk mu
Betapa sedihnya diti ini
Melihat  wajah mu

                Aku tak mampu berbuat apa-apa
                Doa pun tak pernah ku curahkan untuk mu

Ohh........ Ibunda ku
Engkaulah isi hati ku
Engkaulah motivasi ku
Tampa mu aku hanya batu hiasan belaka.

                By : Pebri Prawito


Ingin Puisi Sobat Di terbitkan di blog saya atas nama sobat langsung saja sobat kirim di email saya ("pebri_for@yahoo.co.id") atau Add atau Krim Lewat "Facebook" , oke akan saya tampilkan diblog saya atas karya sobat monggo buruan.

Monday, October 29, 2012

Cerita Mesum Dengan Ananda

Cerita Mesum Dengan Ananda - “Oh…! Tidak!”. Ananda menutup mulut dengan tangannya, matanya membesar dua kali ukuran biasanya. Setelah beberapa gelas wine dan canda tawa berlalu, dia ingin mendengar yang ‘lebih’ lagi. Aku ceritakan padanya kisahku tentang petualangan sexku yang terakhir dengan beberapa pria. Sedikit cerita singkat tentang latar belakang tetanggaku yang imut, Ananda.

Cerita Mesum

Cerita Mesum Dengan Ananda -  Dia berumur 28 tahun, tinggi, berambut hitam panjang dengan penampilan yang menarik dan kebetulan sama sepertiku, belum mempunyai anak. Waktu pertama kali kenal dengannya, Ananda cenderung tertutup dan pendiam. Tak heran kalau aku sebelumnya tak tahu kalau dia sebenarnya adalah tetanggaku sendiri, soalnya dia bisa dikatakan tak pernah keluar rumah kalau tidak ada urusan penting kecuali pergi ke Gereja tentunya. Aku mengenalnya saat ada acara di kantor suamiku yang melibatkan para Istri dan Suami karyawannya. Kedua Suami kami sama-sama bekerja di perusahaan swasta tetapi pada bagian yang berlainan. Dari perkenalan pertama itulah kemudian kami semakin bertambah akrab, aku jadi tahu kebiasaan kebiasaannya, apa yang dia suka dan dibencinya.

Dan dari situlah aku paham kalau dia mempunyai rasa ketertarikan yang tinggi saat aku berbicara soal sex, meskipun wajahnya sering jadi bersemu kemerahan karenanya. Percakapan kami sore ini, yang telah dipengaruhi oleh beberapa gelas wine mengarah pada hal sex, atau pada deskripsi yang lebih sempit, kekurangan dalam kehidupan sexnya. Meskipun dia sangat-sangat naif, dalam hal ini sangat mengejutkan, ternyata Ananda lebih tertarik dari apa yang kuduga sebelumnya. Selalu bertanya dengan rasa ingin tahu yang sangat besar tentang bagaimana rasanya menjalani apa yang disebutnya dengan istilah ‘pesta liar’. Telah dia ceritakan padaku seluruh kehidupan sexualnya, termasuk masa sekolah hingga bersuami (yang tak lebih dari hanya sekitar ciuman saja). Sex yang normal saja, mungkin hanya sekali dalam seminggu dengan menu utama tak lebih dari persetubuhan yang biasa saja.

 Aku sangat yakin bahwa dia belum pernah mengalami orgasme pada kehidupan sex- nya. Setelah dia menceritakan padaku tentang itu semua, aku memutuskan untuk mengajaknya bergabung dalam petualangan sex-ku. Dengan wajah yang merona merah karena malu, dia memintaku untuk menceritakan semuanya dari awal. “Setelah suamiku berangkat kerja”, aku mengawalinya, “Ada teman suamiku yang ‘berkunjung’ ke rumah dan bertanya padaku apakah bisa singgah sejenak untuk sekedar… yah, kamu pasti sudah bisa menduga apa yang terjadi kemudian kan?”. “Dia datang saat suamimu tak di rumah?” tanyanya. Dia kelihatan sangat terkejut dan itu membuatku ingin tertawa saja. Keteruskan ceritaku padanya, setelah beberapa jam kemudian teman suamiku itu menelpon dua temannya untuk diajak bergabung.

“Kamu bersetubuh dengan tiga orang sekaligus pada waktu yang sama?!” Kata persetubuhan yang keluar dari mulutnya benar benar mengejutkanku. Aku tertawa dan bilang padanya itu semua tak pernah direncanakan sebelumnya, itu terjadi begitu saja. Mungkin saja karena kami sudah telalu bergairah dan aku sendiri memenuhi pikiran mereka dengan hal-hal yang membuat mereka terangsang. Aku menceritakan pada Ananda secara detail tentang orgasme yang kudapat, dan tentang betapa menggairahkannya tubuh tubuh mereka, khususnya dengan Rai. “Dalam tiga puluh lima tahun kehidupanku, belum pernah aku menjumpai penis seperti punyanya Rai.” kataku. Wajahnya makin memerah, nafasnya berubah jadi berat sewaktu kuceritakan dengan rinci tentang pengalamanku. “Rai benar-benar sangat membuatku tergila-gila, sosok pejantan perkasa yang akan selalu memberimu kepuasan abadi” kataku padanya.

 “Penisnya yang paling besar dan keras yang pernah kulihat. Kepala penisnya sangat besar bisa menyemprotkan sperma dengan kuat dan sangat indah”. Ananda tak mampu mengucapkan sepatah kata. Aku lihat situasi ini menyiksanya dengan kenikmatan, dan aku tahu hal ini sangat tabu baginya. Mengetahui dia tak pernah benar-benar terpuaskan dalam hidupnya, aku bersumpah kalau sekarang dia telah orgasme tanpa menyentuh dirinya sendiri. “Yang bener…, kamu sangat… sangat nakal” dia mengambil nafas. “Aku tak akan pernah bisa melakukan hal itu pada Paulus”. katanya menjelaskan. Aku tertawa seraya bilang padanya, “Bukan untuk Paulus, kamu perlu memperhatikan dirimu sendiri”. pengaruh situasi membuatku lebih mudah untuk mengatakannya.

 “Kamu tahu Nanda, selangkanganku sudah jadi sangat basah hanya dengan menceritakan semua ini padamu”. Aku menggodanya. Dari mulutnya terdengar lenguhan lirih, kedua kakinya bergerak maju mundur dengan pelan diatas kursinya. Setelah beberapa pertanyaan lagi, aku katakan padanya kalau aku harus segera pulang dan membiarkannya mempertimbangkan usulanku untuk lebih memberi perhatian pada kebutuhan dirinya sendiri. Aku mempunyai dua hal yang harus kukerjakan, pertama melepaskan gairah dalam vaginaku dan kedua, menelpon. Aku orgasme tiga kali sore itu, orgasme terakhir kuperoleh hanya dengan membayangkan wajah Ananda yang sedang mengalami orgasme lewat permainan mulutku pada vaginanya. ***** Aku tidak melihat dan mendengar kabarnya selama seminggu ini. Aku pikir dia telah kembali pada kebiasaanya dan bergaul dengan teman-temannya yang alim untuk menghapus pikirannya dari dosa yang kutebarkan padanya.

Aku menelponnya pada Sabtu kemudian dan menanyakan apakah dia dapat membantuku merapikan beberapa hal yang sulit. Saat aku menemuinya di depan pintu rumahku, dia kelihatan malu-malu. “Masuklah” sambutku, “Akan kutuangkan segelas minuman untuk mengusir grogimu”. Awalnya dia hendak menolak minuman yang kusuguhkan padanya, yah, memang ’sedikit beralkohol’ sih. Dan memang dia belum pernah meminumnya selama ini. Tetapi setelah aku bujuk, akhirnya dia mau meminumnya juga. Dia hanya diam saja hingga gelas ketiga yang kemudian membuatnya jadi lebih terbuka. Dia kelihatan begitu manis waktu menanyakan apakah aku pernah bertemu Rai lagi.

 “Maunya sih begitu” ku lanjutkan “Tapi James sedang dalam perjalanan kemari sekarang” dia kelihatan terkejut. Tangannya nampak gemetar menghabiskan sisa minumannya, “Sedang kemari? James? Pria pertama yang kamu ceritakan padaku itu ?”. “Ya”, aku tertawa “Dia pasti akan tiba sebentar lagi”. Benar saja tak lama setelah kata terakhirku, terdengar bunyi bell dan James masuk dengan membawa sebotol anggur, memelukku, dan memandang dengan cermat pada Ananda. Setelah sedikit ngobrol-ngobrol, Ananda sudah bisa akrab dengan James. “Aku menceritakan tentang kisah kita pada Ananda, James” kami berdua dikejutkan oleh suara gelas yang djatuhkan Ananda.

“Oh tidak…, aku jadi sangat malu” kata Ananda. “Jangan sayang, itu adalah hal yang indah, kita sama-sama dewasa dan kita menikmatinya, bukan begitu Yanna ?” kata James menjelaskan. “Tentu saja” jawabku sambil menuju ke pintu karena terdengar belnya berbunyi. Setelah kembali lagi pada mereka aku berkata, “Ananda, ini Rai, Rai, ini Ananda”. “Apa yang sedang kalian rencanakan” tanyanya. Keduanya mengangkat bahu dan bertanya padaku, “Yanna ?”. “Kita semua adalah teman yang sedang berkumpul menikmati senja yang indah ini” kataku. Aku tak tahu bagaimana atau kapan semua ini berawal, tapi yang jelas suasana menjadi bertambah hangat dan menggairahkan. James belakangan bersumpah padaku kalau Anandalah yang pertama kali berusaha mendekatinya. Kita duduk pada meja minum di dapur, James dan Ananda pada sisi yang satu, sedangkan aku dan Rai di sisi yang satunya lagi Galas yang ada dalam tanganku hampir saja terjatuh karena terkejut saat Ananda bertanya pada James “Bagaimana bisa lebih dari satu orang pria melakukannya dengan seorang wanita?”.

Rai tertawa dan bilang padanya kalau kita akan senang sekali menunjukkan caranya pada Ananda. Aku menjadi sangat terangsang karena situasi ini. Rai menyuruhku untuk memandang ke seberang meja, mata Ananda terpejam rapat, nafasnya memburu. James telah bergeser lebih mendekat pada Ananda, akhirnya kami sadar kalau tangannya bergerak maju mundur dengan pelan di bawah meja. “Ya Nanda” ucapku. James terus melanjutkan manipulasinya atas vagina Ananda dengan jarinya, tangan yang satunya lagi telah menyusup dibalik baju Ananda, menyentuh payudaranya. James menutup mulut Ananda dengan ciuman yang dalam. Sedangkan tangan Rai telah berada dalam rokku untuk mencumbu vaginaku yang telah basah. “Ayo kita pindah ke ruang kelurga” usulku. James menghentikan ciumannya dan menarik tangannya dari dalam rok Ananda. Ananda terlihat sangat mempesona, payudaranya bergerak turun naik seirama dengan nafasnya, orgasmenya sudah hampir dekat.

 Kami berjalan menuju ke ruang keluarga. Rai segera melucuti pakaianku, sementara kami berdua melihat James melepaskan atasan Ananda melewati kepalanya. Dia mengenakan setelan bra dan celana dalam biru muda yang cocok sekali dengan warna kulitnya, vaginanya tercetak jelas dibalik celana dalamnya yang telah berubah warnanya menjadi biru tua karena basah. Aku telah telanjang dan berlutut untuk melepaskan celan Rai dan membebaskan penisnya yang sudah amat tegang. Aku berhenti sejenak untuk menyaksikan payudara Ananda yang terlepas dari bra nya, begitu kencang, penuh dan puting besar yang telah keras. Nafasku terhenti dan nafsuku melonjak tinggi begitu James menarik turun celana dalam Ananda yang telah basah dengan pelan- pelan. Kami sama sama telanjang sekarang. Rambut kemaluanku yang selalu kucukur rapi membentuk huruf ‘V’, sedangkan milik Ananda walaupun masih ‘alami’ tapi tetap terlihat lebat dan indah.

Tangan James segera bergerak mencumbui klitoris Ananda, mengexpose lebih luas labia majoranya. Penis Rai yang ereksi penuh tercetak jelas pada celana yang masih dikenakannya. Kami berdua terpaku memandang Ananda yang terlihat begitu sexy kala James mendudukkannya bertumpu pada kedua lututnya. James menurunkan celanya, penisnya terlontar keluar, mengacung ke atas ke bawah tepat di depan wajah Ananda. “Oh…tidak, punyamu sungguh besar”, gumam Ananda sambil menggenggam penis James. James memang memiliki penis yang indah, yang paling menonjol adalah bentuk kepala penisnya yang besar yang akan terasa menakjubkan saat itu menembus dalam vaginamu. Tapi dibandingkan dengan milik Rai, punya James tidaklah seberapa. “Jilat”, perintah James. Ananda kelihatan ragu ragu untuk membuka mulutnya. James bergerak sedikit ke atas membuat Ananda mengangkat sedikit pantat indahnya untuk selanjutnya tak mau jauh dari penis di hadapannya.

Aku benar benar menjadi terbakar saat Ananda tetap terpaku lalu aku mulai mengendus vaginanya dari belakang, dan mulai menjilati dari klitoris hingga lubang anusnya yang rapat. Rai bergerak ke belakangku dan melesakkan kepala penisnya yang besar ke dalam vaginaku. Aku begitu bernafsu menjilati vagina Ananda, terpacu oleh lenguhannya yang tertahan penis James yang memenuhi rongga mulutnya. Penis Rai terasa penuh dalam vaginaku. Rai yang melihatku begitu bernafsu menjilati vagina Ananda menjadikannya menghentakkan pinggulnya dengan seluruh kekuatannya, membuat wajahku menampari pantat Ananda. Selang beberapa waktu kemudian “Ohhhh….Rai, Aku…”,

Ananda menggeram seiring orgasmenya mengaliri lidahku. Aku mengangkat wajaku dari vaginanya. Begitu dia menoleh ke belakang, seulas senyuman terkembang di wajahnya. “Yanna, ternyata kamu yang melakukannya?” tanyanya terkejut. Aku hanya mampu menjawab, “Ya, sayang” seiring Rai yang menyetubuhiku tak hentinya dengan bebas dari belakang. Vaginaku coba beradaptasi dengan ukurannya, orgasmeku mulai merangkak, kepalaku terayun begitu Rai mulai melepaskan spermanya dalam diriku. Gerakan pinggangnya begitu dalam dan cepat. Rai mencabut penisnya dari tubuhku, dia menyemprotkan sisa sperma terakhirnya pada vaginaku yang terbuka dan diatas perutku. Nafasnya yang memburu laksana seekor banteng di arena matador, melepaskan tekanan birahinya yang baru saja meledak. James sekarang berada di belakang Ananda dan mulai melesakkan batang penisnya pada vaginanya. Ananda meringis kesakitan, memohon pada James untuk begerak pelan saat James mendorong dengan cepat seluruh batang penisnya menyeruak dalam vagina Ananda.

James mulai bergerak pelan, tangannya mencengkeram pinggul Ananda dan menggerakkannya berlawanan dengan ayunan pinggangnya sendiri, mengubur batang penisnya dalam vaginanya yang rapat. Ekspresi yang tergambar pada wajah James sungguh tak terkira, dia menggeram melampiaskan perasaan yang menggempur dirinya. Rai memposisikan dirinya hingga penisnya tepat di hadapan wajah Ananda. Dia menggerakkan kepala Ananda sampai menyentuh penisnya yang basah berkilat oleh campuran sperma kami. Ananda mulai bergerak menjilati batangnya, menjilati cairanku dan sperma Rai. Aku langsung mempermainkan vaginaku dengan jemariku karenanya. Penis Rai mulai membesar begitu dia melihat temannya yang sibuk menyetubuhi Ananda dari belakang.

Ananda mengocok penis Rai dengan kedua belah telapak tangannya, lalu mencoba membuka lebar lebar mulutnya agar muat menampung kepala penis Rai. James benar benar menikmati apa yang tengah dirasakannya, memukuli bongkahan pantat Ananda, mendorong pantatnya lebih ke depan lagi dan lagi agar penisnya bisa menyeruak lebih ke dalam vagina Ananda lagi. Serangan dua orang pria dari depan dan belakang yang baru saja beberapa waktu lalu dikenalnya, tak ayal lagi menjadikan Ananda seperti sebuah Rollercoaster yang dengan kecepatan tinggi bergerak naik, naik dan naik menuju ke puncak kenikmatan persetubuhan baru dalam hidupnya. Ananda meneriakkan orgasmenya seirama dengan bunyi becek yang keluar dari vaginanya. Tubuhnya terlihat menegang kaku dalam beberapa detik, matanya terpejam rapat, kepalanya mendongak keatas meresapi setiap ledakan orgasme yang didapatnya. Wajah dan tubuhnya yang telah basah oleh keringat menjadi semakin basah dan berkilat oleh lampu dalam ruangan ini. Adegan dan suasana ini tak terbandingkan meskipun oleh film peraih puluhan Piala Oscar!!! Kepala James mendongak ke atas dan mulai mengosongkan sperma yang memenuhi kantung bolanya ke dalam vagina Ananda.

Kepala Ananda terlempar menjauh dari penis Rai begitu James untuk yang terakhir kalinya mendorong batang penisnya ke dalam vaginanya dan menghabiskan sisa spermanya. Aku meraih orgasmeku sendiri bersamaan waktu James menarik penisnya keluar dari vagina Ananda, sebuah lubang merah jambu nan basah dan dihiasi dengan rambut kemaluan yang hitam pekat. Sperma James perlahan meleleh keluar dari vaginanya. Ananda rebah kecapaian diatas lantai, matanya terpejam, tubuhnya berguling terlentang, pahanya terlihat masih bergetar perlahan menikmati sisa getaran kenikmatan yang ada. Rai mengambil bantalan sofa dan menempatkannya dibawah pantat Ananda. Mata Ananda terbuka memandangnya. “Jangan, tak mungkin aku dapat manampungmu”. Rai tak mengacuhkannya, dia memegang kedua kaki Ananda dan menempatkannya diatas pundaknya, kemudian mulai memposisikan penisnya mengarah ke vaginanya yang sudah basah kuyup itu. “Tidak, jangan” dia merintih begitu Rai mulai mendorong penisnya memasuki vaginanya.”Oh…nggghhh…, dia merobekku” .

Rai tak bergeming, tetap bergerak. Rintihan Ananda berubah menjadi racauan begitu Rai menggerakkan masuk keluar separuh batang penisnya. Penis Rai terlihat basah oleh sperma James karenanya. Mata Ananda terpejam rapat, dia gigit bibirnya kuat kuat. Aku mendekatkan vaginaku ke wajah Ananda, memandang sperma dari vaginaku yang jatuh menetes pada pipinya dan mulai menggesekkan vaginaku pada mulut dan dagunya. Dengan bantuan James, Rai mengangkat kaki Ananda, membentangkannya lebar lebar dan mulai mengerjai vagina Ananda. Kedua buah zakarnya terayun ayun menghantam pantat Ananda. Sedangkan vaginaku melumuri wajah naifnya dengan cairanku dan sperma Rai.

 Segera saja aku merasakan gerakan lidahnya pada vaginaku begitu aku mengesksploitasi wajahnya. Beberapa waktu kemudian aku berhenti menggunakan lidahnya untuk memuaskanku dan duduk menyaksikan Rai memberinya persetubuhan yang selama ini didambanya. Suara dan baunya sungguh sangat menakjubkan saat Rai menggerakkan batangnya menembus vagina Ananda berulang kali. Akhirnya Rai berteriak kalau dia tak sanggup lagi menahan lahar spermanya yang akan keluar. Ditariknya penisnya keluar, dan mulai mengocok penisnya dengan tangannya sendiri diatas vagina Ananda. Aku segera mendekat dan meraihnya ke mulutku. Tembakan spermanya mengguyur tenggorokanku seiring denyutan demi denyutan yang mengosongkan kantung spermanya. Aku menatap Ananda, rambut kemaluannya yang hitam pekat dan bibir kemaluannya yang kemerahan terlumuri oleh sperma Rai yang tak tertampung dalam mulutku. Kutanyakan padanya apakah dia menyukai apa yang baru saja didapatkannya, jawabannya hanya “Oh… nikkmat”. *****

Aku mengisi kembali gelas anggur kami. Ananda bangkit dan duduk menyilangkan kakinya, cairan yang mengalir keluar dari dalam vaginanya dengan cepat membasahi karpet. James yang baru saja menyaksikan temannya yang telah memberikan pada Ananda sebuah persetubuhan terhebat dalam hidupnya, masih saja mengocok batang penisnya dengan pelan dan berkata “Masih ada satu hal yang kuinginkan darinya”. Perlahan dia mendekati Ananda sambil terus mengocok penisnya. “Buka mulutmu, sekarang”, katanya. Meskipun merasakan kekuatannya belum pulih benar, Ananda mulai menghisap habis batang penis James dalam mulutnya. Dengan kedua tangan James memegangi belakang kepala Ananda, James menggerakkan kepalanya berlawanan dengan gerakan pinggangnya sendiri. James menahan kepala Ananda agar tidak melepaskan penisnya saat dia menggeram orgasme. Jakunnya terlihat jelas naik turun saat dia memenuhi mulut Ananda dengan semburan spermanya hingga ada yang meleleh keluar dari samping celah mulutnya.

 Untuk beberapa saat keheningan merajai ruangan ini. Hanya suara nafas yang mulai mereda saja yang terdengar lirih… Ananda bangkit berdiri dan mulai mengenakan pakaiannya diatas kedua belah kaki yang masih gemetaran, celana dalamnya yang semula telah kering segera saja menjadi basah kembali seiring dengan warnanya yang berubah agak gelap karena cairan yang keluar dari vaginanya. Sambil mengenakan gaunnya, dia mengatakan kalau dia harus segera pulang, dia sedang menunggu telephone dari suaminya. Para pria berbaring diatas lantai, beristirahat sejenak setelah menyirami bukit birahi Ananda yang tandus. Beberapa menit setelah Ananda berlalu dan meredakan nafas yang memburu, kualihkan perhatianku pada para pria. “Boys, hadiah telah kalian terima, sudah puas kan?, Ayo, cepat bawa senjata kalian kemari dan urus aku!”. ***** “Kalau Paulus mengetahuinya, oh… mati aku!!!” seru Ananda. “Berjanjilah padaku kalau ini akan selalu menjadi rahasia antara kamu dan aku,” teriaknya. “Tentu saja Nanda, jangan gusar gitu dong” kataku sambil membelai rambutnya. “Gusar? Kamu bilang gusar? Benar.. Yanna, aku merasa seperti seorang pelacur.

Aku mempunyai affair dibelakang suamiku dengan bukan hanya satu, tapi dengan dua orang pria dan kamu!” katanya, menpis tanganku menjauh dari rambutnya. Kini sudah satu minggu setengah sejak terakhir kalinya aku bertemu dan bicara dengan Ananda. Aku tahu dia pasti malu atau katakanlah merasa bersalah setelah melakukan hubungan sex untuk pertama kalinya diluar ikatan perkawinannya. Dan itu merupakan pertama kali baginya dan sangat menakjubkan!. Aku telah ‘membagi’ penis yang paling mengagumkan dari apa yang ku miliki setahun belakangan ini dengan nama Rai dan James. Dengan tanpa sepengetahuan Ananda dan berdasar kesetiaan mereka, itu adalah sebuah rencana yang tak mungkin diskenario lebih baik lagi. Paulus, suami Ananda sedang pergi ke luar kota beberapa hari untuk keperluan Gereja. Rai dan James mampir ke tempatku. Mereka menjumpai aku dan Ananda yang sedang berjemur di pinggir kolam renang. Ananda seperti biasanya, sangat naif saat mereka mendekat tapi sangat anggun, mempesona, tinggi dengan rambut hitam pekat, dan figur yamg mangagumkan.

 Kemudian pada sore harinya mereka datang ‘berkunjung’. Obrolan hanyalah seputar bagaimana caranya agar mereka dapat menikmati keindahan tubuh Ananda sepuas puasnya. Hanya dengan memikirkannya saja telah membuatku basah dan ingin segera mendapatkan penyalurannya. Sepanjang malam itu aku aku memperoleh rangkaian persetubuhan yang dahsyat dari mereka berdua. Mereka dengan bercanda menyampaikan padaku bahwa mereka akan membunuhku bilamana aku tidak membantu mereka untuk mendapatkan Ananda. Kombinasi antara penis keras mereka dan mulit orgasme yang sudah tak terhitung lagi membuatku berjanji untuk melakukan apa saja yang mereka minta. Pada hari kepergian suamiku dalam tugas luar kota berikutnya, mereka datang lagi. Kali ini mereka membawa seorang teman baru lagi, Jay. Jay adalah seorang Ambon yang pernah mereka janjikan dulu.

Aku tahu Rai dan James telah memanfaatkanku, tetapi apa yang kudapatkan dari mereka berdua benar benar dapat memuskan kebutuhan biologisku. Rai adalah seorang pria yang sangat mencengangkan dengan penis berurat kerasnya sedangkan James tak sekeras Rai, tetapi dia mempunya kepala penis yang lebih besar. Aku menikmati mereka berdua karena ukuran tak begitu penting bagiku, yang penting mereka dapat secara rutin mengisi kehampaan vaginaku diluar percintaan dengan suamiku sendiri tentunya. Aku tak mempunyai masalah dalam urusan ranjang dengan suamiku, kehidupan sex kami cukup panas. Tapi persetubuhan yang menyeluruh dan penuh dari mereka membuatku selalu memperoleh ledakan multi orgasme berbeda dari apa yang kudapat dari suamiku. Mereka berdua selalu bilang padaku bahwa gadis gadis seumuran mereka tidak dapat memuaskan mereka seperti yang kulakukan. Mereka sadar kalau vaginaku adalah milik mereka dan membawa seorang teman baru untukku adalah cara mereka menunjukkan hal itu.

Tak perlu dikatakan lagi, aku memperoleh persetubuhan yang panas malam itu. Jay pamit lebih dulu sedangkan dua penis kesayanganku ‘menginap’ sampai pagi, menyetubuhiku lagi dan lagi hingga mereka pergi berselang hanya sepuluh menit sebelum kepulangan suamiku. Sekujur tubuhku penuh dengan sperma yang mereka tumpahkan barkali-kali. Ranjang penuh noda dan basah karena sperma. Aku taruh spreinya ke mesin cuci dan segera mandi membersihkan tubuhku saat suamiku datang. Kamar tidur kami penuh dengan aroma sex dan terjadilah lagi, aku orgasme di dalam mulut suamiku dan memberinya menu cairan asin dari vaginaku. Kembali pada Ananda… “Aku tak percaya telah membiarkan mereka melakukan semua ini terhadapku” gumam Ananda. “Dan aku tak sanggup menatap langsung ke matamu setelah apa yang telah terjadi antara kita” sambungnya lagi.

Aku tahu apa yang diperlukan dalam percakapan ini… sebotol anggur. Satu jam berlalu setelah aku menjadi seorang pendengar yang setia dan selalu mengisi gelasnya jika telah kosong. Dapat kukatakan dari arah percakapan ini setelah waktu terus berlalu, bahwa dia di sini tidak untuk mengungkapkan betapa jalangnya dirinya tetapi lebih kepada alasan yang lain lagi!!! Akhirnya dia bertanya ” Apakah kamu sudah ketemu sama mereka lagi sejak itu?”. “Oh, belum” kataku berbohong, “Oh…. sayang.., aku sangat gelisah dalam dua hari ini,” dia menambahkan, wajahnya jadi memerah.

 “Aku tak pernah menyangka kalau ada yang begitu besar dan keras,” katanya dengan menghindari menyebutkan ‘kata’ itu. “Bisa aku tanya hal yang sangat pribadi Yanna?”. Aku mengangguk dan bilang padanya bahwa dia dapat bertanya padaku segalanya. “Apakah kamu… bisexual?. Apa kamu sering melakukannya dengan wanita?”. Aku tertawa kecil dan mengatakan padanya kalau aku tidak menganggap demikian, tidak dalam perasaan yang sesungguhnya, tapi, ku katakan padanya bahwa melihat dirinya dalam suasana yang menggairahkan seperti kala itu menyebabkan semua itu terjadi begitu saja. Setelah beberapa gelas anggur lagi, aku bertanya kepadanya ” Jujur saja, kamu menikmati sore itu bukan?”. “Maksudku, itulah kenapa kamu berada disini sekarang, benar bukan?” sebelum dia dapat menjawab, aku menambahkan “Kamu mendapatkan orgasme sedikitnya selusin dengan Rai dan James dan sekali saat melakukannya denganku. Sekarang katakan padaku dengan sejujur-jujurnya, itu semua adalah kegiatan sexual yang selama ini kamu impikan bukan?”.

 Pengaruh anggur telah bekerja. Nafasnya menjadi berat dan putingnya tercetak jelas pada atasan ketatnya. Dia menganggukkan kepalanya. Rambut hitam panjangnya tergerai menutupi payudaranya yang penuh. Aku lebih menyudutkannya lagi dengan kembali mengingatkan dia akan bagaimana bergairahnya James kala menyetubuhinya, dan bagaimana penis keras Rai telah mengantarkannya pada orgasme yang berkepanjangan sore itu. “Ceritakan padaku Ananda, kamu dapat menceritakan segalanya” “Kita berbagi rahasia”. “Katakan padaku bagaimana kau menyukainya, bagaimana kau membutuhkannya,” aku mendesaknya. “Sumpah…, …ya!!!” akhirnya dia mengakuinya. “Aku memang menyukainya, aku melakukan masturbasi pagi dan malam dalam mingu mingu terakhir.

Semua ini begitu tabu dan penuh dosa. Aku merasa begitu menginginkannya dan sangat ingin melakukannya lagi!”. Aku begitu terkejut mendengarkan seorang Nyonya yang begitu alim, lugu dan tertutup akhirnya menjadi sangat ‘terbuka’. “Maksudku, apa mereka suka melakukannya denganku” tanyanya. “Oh ya”, aku meyakinkannya. “Aku sangat yakin kalau kamu serasa bagaikan seorang perawan bagi mereka”. “Maksudku, aku tak ingin mereka menganggap aku seorang yang,… kamu tahu, aku sama sekali tak punya pengalaman dalam hal ini”. katanya. Aku tertawa lagi dan mengatakan padanya kalau mereka akan rela melewati rintangan apapun hanya untuk dapat menikmati vaginanya yang rapat itu lagi. Wajahnya kembali bersemu merah dan bertanya padaku bagaimana aku bisa bersama mereka sepanjang waktu. Kukatakan padanya bahwa mereka adalah pasangan bercintaku dalam setahun belakangan ini dan vaginaku tak bisa menampung penisnya Rai waktu pertama kali, tapi sekarang Rai dapat memasukkannya dengan lancar “Tapi bagaimana dengan suamimu?” tanyanya keheranan. “Apakah dia tak merasakan perbedaannya dalam dirimu?”.

 “Dia tak pernah menanyakan hal itu, tapi aku tahu dia pasti tak merasakannya. Begini, dia tetap rutin menggauliku, dan tebak hari apa biasanya dia melakukannya?”. “Oh.. sayangku…,” Ananda terperanjat, tangannya menutupi mulutnya. “Kamu sungguh nakal sekali!”. “Apakah mereka,.. mmm… maksudku para pria mau datang hari ini, mungkin sekedar untuk minum secangkir kopi”. dengan cepat dia bertanya. “Ya, pasti mereka mau,” kataku. “Tapi suamiku Teddy akan pulang sekitar jam empat sore nanti”. aku mengamati reaksinya, wajahnya tertunduk dengan mata menatap lantai. “Tapi kita bisa datang ke rumahmu dan aku tinggal menulis pesan untuk suamiku kalau aku sedang pergi belanja atau arisan apalah sama kamu. Bukankah katamu suamimu sedang keluar kota untuk beberapa hari sekarang ini?” kataku menghiburnya. “Oh ya, tentu kita bisa melakukannya” jawabnya dengan nada gembira.

 ” Apa kamu akan menelpon mereka?”. Dia benar-benar tak sabar dan ingin segara melakukannya. Tak mungkin lagi untuk menolaknya… “Aku akan menelpon mereka sekarang,” kataku, melihatnya duduk dikursi. Tangannya meremas pegangan kursi dengan kuat. ***** Ananda segara pulang ke rumahnya untuk mandi. Aku melakukan hal yang sama dan mengatakan padanya akan langsung menelponnya begitu Rai dan James tiba nanti. Aku tak sabar untuk melihat reaksinya nanti saat melihat Jay datang bersama kami. Para pria datang kira-kira satu jam kemudian. Kami membuat sedikit rencana untuk’aksi’ nanti. James dan aku akan datang duluan dan Rai beserta Jay menyusul sejam kemudian. Kami berangkat ke rumah Ananda dan mendapat sambutan yang hangat, dia kemudian memintaku untuk membantunya di dapur. Roknya yang lebar dan panjang berayun ke depan dan belakang di sela sela pinggangnya saat aku mengikutinya dari belakang. “Mana Rai” tanyanya. “Dia akan segera datang, kira-kira sejaman lagi deh” kataku padanya “Dia tertahan oleh pekerjaannya”. Ananda menuangkan anggur yang kubawakan dari rumah untuk kami, tentu saja di rumahnya tak mungkin ada persediaan anggur. Suaminya tak akan mengijinkan hal itu.

 Kami pergi ke ruang keluarga dan mengobrol di sana. Setelah lebih dari 45 menitan, aku minta pada Ananda untuk menunjukkan suasana rumahnya pada James. Aku dapat mendengarnya saat dia menunjukkan ruang bawah tangga dan mereka berdua menaiki tangga untuk melihat kamar tidur utama. Seperti yang direncanakan, aku menemui Rai dan Jay sebelum mereka membunyikan bel. “Mereka di atas” kataku menjelaskan, “Sudah lebih dari 45 menit yang lalu”. Kami bergandengan dan bergelak pelan layaknya pencuri berjalan keatas menuju ke kamar tidur utama. Pintunya tidak dikunci dan sedikit terbuka sehingga kami dapat menyaksikan pemandangan paling sexy yang ku saksikan hari ini. Ananda sedang bertumpu pada kedua siku dan lututnya di ujung tempat tidur,

pantatnya mendongak tinggi, desahannya terdengar pelan. Roknya tersingkap hingga pinggang, kepalanya membelakangi kami, rata dengan kasur. Celana dalamnya tergeletak begitu saja pada lantai di dekat tempat tidur. James berlutut, wajahnya terkubur dalam pantat Ananda, menjilat dengan kuat pada klitorisnya yang basah hingga lubang anusnya. Aroma sexual memenuhi seluruh ruangan. Dan yang lebih tabu lagi, semua itu dilakukannya di rumahnya sendiri, bahkan diatas ranjang yang pastinya selalu dijaga kesuciannya oleh Sang Suaminya !!! Rupanya Ananda telah berubah menjadi seseorang yang berbeda sama sekali saat sisi ‘gelapnya’ terkuak. Dia telah mempersetankan segala aturan dan larangan yang selama ini mendoktrinnya… “Wuu-huu” teriak Rai “Saatnya pesta”

Ananda segera bangkit menyingkirkan James dari vaginanya. Kepalanya menatap lurus ke arah kami dan menatap kami bertiga satu persatu. “Oh sayangku…” katanya. “Ananda, ini Jay teman baru kita” aku menjelaskan padanya. “Dia hitam sekali”. “Ya, dia seorang Ambon” sambungku. “Waah… apa nih yang sedang dilakukan James? Kelihatannya menggairahkan bagiku”. “Apa Nyong Ambon mencumbu vagina?” aku tanya pada Jay dengan pandangan menggoda. “Itu salah satu favoritku sayang” jawabnya kembali. Dengan cepat kulepaskan pakaianku kemudian menarik rok Ananda melewati kepalanya memperlihatkan payudaranya yang kini berayun bebas. “Wah, Ananda nggak pake BH hari ini” kataku, mengagumi putingnya yang sudah mengeras karena terangsang. James menarik Ananda ke posisi semula dan aku bergabung dengan mereka bersamaan dengan Jay yang menjelajahi belahan pantatku dengan lidahnya dan mulai mencumbui vaginaku.

Rai tak mau menyia-nyiakan waktu dan langsung mengincar bibirku, menyodorkan penisnya yang baru setengah ereksi ke bibirku. Dalam posisi seperti ini aku dapat memasukkan seluruh bagian penisnya ke dalam mulutku, dan erangan kenikmatan keluar dari mulutnya menyuarakan apa yang tengah dirasakannya. Teriakan Ananda jadi bertambah keras, aku tahu letupan orgasme akan segera menyongsongnya dan aku segera mempermainkan putingnya dengan jariku begitu dia mencapai orgasme pertamanya di wajah James. Dia sungguh sangat cantik saat sedang dilanda orgasme!!! Kepala ranjang menjadi bergoyang maju mundur begitu James memompa vaginanya dengan penisnya.

Kulepaskan mulutku dari penis Rai dan memberi semangat pada James agar menyetubuhi jiwa dan raganya. Ini membuat James menjadi lebih terbakar lagi gairahnya, dan memuji Ananda betapa ketat dan basah vaginanya dan dia akan segera mengisinya dengan sperma panasnya. Setelah beberapa menit, dia berteriak dan melepaskan spermanya dalam vagina Ananda. Aku mengarahkan kepala Ananda pada batang penis Rai dan dia mulai menjilatinya ke atas dan ke bawah. Aku menghampiri James yang sedang berbaring istirahat di tepi ranjang dan segera membersihkan penisnya dari sisa spermanya yang bercampur dengan cairan kewanitaan Ananda menggunakan mulutku. Jay langsung memanfaatkan situasi ini untuk segera melesakkan penis hitamnya ke vagina Ananda.

 Dia kelihatan seperti akan protes pada awalnya saat penis hitam Jay menerobos masuk ke dirinya dan langsung mengerang begitu penis Jay telah menyentuh dinding rahimnya. Jay segera membuat gerakan memacu, mengocok vaginanya yang segera saja mengantarkan Ananda pada gerbang orgasme keduanya, sebuah klimaks yang panjang. Wajahnya mengekspresikan perpaduan antara rasa sakit dan kenikmatan tiada tara. Seiring dengan Ananda yang tengah menikmati ledakan orgasmenya, aku tarik Jay dari tubuh Ananda, penis hitam panjangnya nampak berkilat berkilauan oleh cairan Ananda. Rai menarik Ananda, memeluknya dalam dekapan dadanya. Menghisap dan menggigit puting Ananda kemudian menempatkan penisnya dalam vagina Ananda yang telah kosong.

Ananda menurunkan pantatnya perlahan memasukkan penis Rai yang ukurannya masih terlalu besar baginya, hingga akhirnya dapat tertampung masuk seluruhnya. Dia mulai menaik turunkan pantatnya diatas tubuh Rai. Lenguhan nikmatnya bergema di seluruh sudut kamar. Rai memegang erat pinggangnya menarik turun tubuhnya, beradu dengan tubuhnya sendiri hingga mengeksposs belahan pantat Ananda pada Rai. Aku mengambil Baby Oil dari kamar mandi Ananda dan melumurkannya pada batang penis Jay. Jay memposisikan dirinya di belakang Ananda dan mulai memaksakan penisnya untuk masuk dalam lubang anus Ananda yang masih perawan. Dia berteriak memohon jangan dan tidak berulang ulang, mencoba melepaskan diri dari penis Jay di belakangnya.

 Rai mendekapnya erat dalam pelukannya, tangannya melingkar erat di pinggang Ananda. Jay kini mulai dapat memasukkan kepala penisnya ke dalam lubang anus Ananda dan menekan perlahan lebih ke dalam. Ananda nyaris berteriak keras begitu Jay akhirnya berhasil memasukkan seluruh batang penisnya ke dalam lubang anusnya. Bersamaan dengan penis Rai di dalam vagina Ananda, Jay mulai mengayun maju mundur penisnya dalam lubang anus Ananda dengan variasi dangkal dalam menyebabkan Ananda langsung mendongakkan kepalanya ke atas. Jay menggeram hebat begitu spermanya menyembur dalam anus Ananda. James tiba-tiba menggantikan posisi Jay dan segera meggasak kembali lubang anus Ananda, sperma Jay meleleh keluar dari lubang anus Ananda begitu James melesakkan penisnya ke dalam.

Dia juga tak sanggup bertahan lama dan dalam menit berikutnya menanamkan penisnya dalam dalam, mencengkeram dan memukul bongkahan pantat Ananda, menariknya rapat-rapat menempel erat dengan tubuhnya. Pinggangnya bergerak cepat maju mundur mengiringi pengisian lubang anus Ananda dengan spermanya lebih banyak lagi. Rai mengeluarkan penisnya dan mengincar lubang anus Ananda sebagai pelepasan terakhir juga. Untuk 10 menit ke depan Rai menggoyang Ananda dari belakang. Aku mendekati Ananda dan menarik rambutnya ke belakang membuat wajahnya menengadah keatas. Langsung kuberi dia ciuman yang panjang dan dalam. Kemudian menyodorkan vaginaku ke depan wajah, hidung dan mulutnya.

Kupegang kepalanya dan mendekatkannya pada bibir vaginaku, melingkarkan kedua pahaku pada lehernya memaksanya untuk membenamkan mulut dan lidahnya lebih dalam lagi pada vaginaku dengan tanganku yang mengendalikannya dari belakang kepalanya. Dan meledaklah orgasmeku. Reflek ku himpit kuat kuat kepalanya dengan kedua belah pahaku, menekan ke depan pantatku agar semakin dalam wajahnya tenggelam dalam vaginaku. Aku menggeram hebat. Tubuhku mengejang ngejang untuk beberapa saat, lalu lemas menyelubungiku. Ananda segera menarik kepalanya dari jepitan kedua pahaku seperti orang yang kehabisan nafas, Rai mendekatkan kepalanya ke arah vaginaku dan langsung menghisap habis cairan kenikmatanku, membuat wajahnya belepotan karenanya. Jay dan James mengocok batang penis mereka saat Rai berteriak bahwa orgasmenya sudah dekat di dalam lubang anus Ananda. Rai menarik keluar penisnya dari anus Ananda dan segera mengocoknya di depan wajah Ananda.

Teriakan Rai mengiringi tembakan spermanya pada wajah, pipi dan mulut Ananda yang terbuka menunggu. Detik berikutnya Jay sudah berada diantara paha Ananda dan bersiap untuk memasukkan batang penisnya dalam vagina Ananda yang sudah sangat basah. Berdiri di ujung tempat tidur, dia memegangi kedua tumit kaki Ananda dan mulai menggoyang Ananda kembali. Bibir tengah vaginanya mencengkeram erat sekeliling batang penis Jay seiring tiap hentakan, kelentitnya ikut tedorong masuk begitu Jay menekan masuk penisnya. Orgasme Ananda berkesinambungan, Jay menggeram keenakan. James kemudian melumuri payudara dan perut Ananda dengan spermanya. Jay tidak mengendorkan gerakannya sampai pada saat penisnya terasa akan meledak oleh dorongan spermanya, dan akhirnya meyirami rahim Ananda dengan guyuran sperma panasnya.

Ananda berbaring terlentang dengan kaki yang masih terpentang lebar. Sperma melumuri sekujur tubuhnya, dan meleleh keluar dari kedua lubang bawahnya. Para pria mengoles oleskan penis mereka yang basah pada wajah Ananda. Sedangkan aku juga telah mendapatkan lagi orgasmeku sendiri dengan permainan jari tanganku. Aku pandangi Ananda, lalu mulai menjilat dan mengisap membersihkan sekujur tubuhnya dari sisa-sisa sperma. Tangannya membelai rambutku saat aku membersihkan sperma para pria yang masih tertinggal pada vaginanya. Aku kenakan kembali pakaianku secepat aku melepasnya tadi dan bilang pada mereka kalau aku tak dapat tinggal lebih lama lagi dan harus segera pulang karena suamiku sedang ada di rumah sekarang. Aku terbangun keesokan harinya, segera ke rumah Ananda begitu suamiku berangkat ke kantor. Aku harus mencari tahu tentang semua kejadian semalam…

Ibu Yang Menggairahkan ("Cerita Sex")

Ibu Yang Menggairahkan ("Cerita Sex") - Cerita Sex - Namaku Ikin. Umurku sekarang 18 tahun dan Ibuku berumur 38 tahun. Ibuku Sangat cantik dan seksi layaknya gadis umur 25 tahunan. Dia pandai merawat tubuhnya. Kulitnya yang putih mulus, buah dada yang besar dengan putingnya yang kecoklatan, dan juga kakinya yang jenjang dan seksi. Aku tak mengerti mengapa memandang ibuku seperti itu, tapi aku dapat memastikan setiap laki-laki yang melihat ibuku pasti ingin memilikinya.

http://18atas.blogspot.com/2012/10/ibu-yang-menggairahkan-cerita-sex.html

Ibu Yang Menggairahkan ("Cerita Sex") - Ayahku pengusaha sukses yang sangat sibuk, Ia biasa bepergian ke luar kota bahkan ke berbagai negara untuk mengurus bisnisnya. Dia memberikan semua kebutuhan kami seperti rumah yang sangat besar dengan taman yang luas, juga sarana olah raga di rumah. Ceritanya bermula ketika usiaku 15 tahun dan ibuku 35 tahun. Suatu hari kulihat ayahku sedang bersiap-siap untuk perjalanan bisnisnya selama kurang lebih dua minggu. Ketika akan berangkat, dia berpesan agar menjaga rumah dan ibuku, dan agar jangan macam-macam sehingga menyusahkan ibuku, selama ayah keluar kota. Hari itu berlalu seperti biasanya tanpa sesuatu hal luar biasa yang terjadi. Kesokan harinya cuaca sangat panas dan kering, lebih panas dan kering dari biasanya karena saat itu lagi puncaknya musim kemarau. Kebetulan waktu itu lagi libur semesteran jadi aku tidak ke sekolah.

Ketika keluar dari kamarku, kucari ibuku ke tempat biasanya. Kulihat ibuku di kolam renang mengenakan bikini yang belum pernah kulihat sebelumnya. Ketika kulihat dadanya yang seperti mengambang di air, kurasakan burungku mulai mengeras. Begitu melihatku, dia menyuruhku mengambil sarapan yang telah disiapkan di dapur. Ketika aku didapur, ibuku selesai dari kolam renang kemudian membersihkan badannya di kamar mandi. Kucoba untuk mengintipnya, tapi pintu kamar mandi terkunci rapat. Aku pergi ke ruang tengah sambil tetap membayangkan goyangan dadanya dengan air bercucuran sampai ke kaki jenjangnya yang seksi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian dia menghampiriku ke ruang tengah dan aku tak dapat membuang bayangan tubuh ibuku yang sangat menggairahkan. Jam 11 siang ketika sedang nonton tv, ibuku bilang akan tidur siang. Aku berharap dia akan mengajaku tidur bersama di sampingnya. Ketika berjalan menaiki tangga, kulihat goyangan pinggulnya yang membuat burungku mengeras lagi. Jam 12 siang aku bermaksud tidur siang.

di kamarku aku tidak bisa tidur karena cuaca yang tidak enak, dan aku tak bisa membuang lamunanku tentang tubuh indah ibuku. Aku pegang burungku yang sudah sangat keras dan kukocok-kocok sambil membayangkan goyangan dada ibuku waktu di kolam renang. Setelah selesai, kucoba untuk tidur kembali, tetapi meskipun mata terpejam tetap tidak bisa tidur. Burungku masih sangat keras. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku sangat menginginkan ibuku. Aku keluar kamarku memakai celana pendek, kemudian ke kamar ibuku. Pintunya terbuka. Dia tidur tengkurap dengan kedua kakinya agak terbuka.

 dia memamakai celana kolor tapi masih menutupi pantatnya. Ibuku kalau tidur seperti orang mati, susah bangunya, tapi aku takut sekali. Aku mulai mengelus-ngelus burungku yang masih dalam celana pendekku. Aku merasakan sesuatu yang nikmat sekali, sampai aku tak tahan lagi. Aku berdiri di samping ranjangnya dan kusemprotkan seluruh maniku disekujur kaki jenjangnya. Aku melenguh dan mendesah perlahan sekali, Aku merasa takut sekali kalau dia terbangun karena cucuran maniku yang panas di sekujur kakinya. Aku kembali ke kamarku, tak dapat kupercaya kusemprotkan maniku ke tubuh ibuku. Aku merasa berdosa sekali, kemudian aku tertidur lelap. Paginya deg-degan aku sudah siap-siap akan kemarahan ibuku, tapi kok ya.., tidak apa-apa, sepertinya dia tidak menemukan bekas maniku pada saat dia bangun. Aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan melakukan itu lagi, karena dia adalah ibuku. Sepanjang siang itu sikap ibuku biasa-bisa saja seperti tidak ada apa-apa. Kupikir dia tahu tapi dia menyukainya, entahlah…, Atau maniku telah mengering waktu dia bangun.

 Dua malam kemudian burungku tegang lagi. Malam itu adalah malam terpanas pada musim kemarau tsb. Aku tak bisa tidur lagi, kulihat pintu kamar ibuku tertutup. Kupikir dia tahu apa yang telah kulakukan dan dia menginginkanya lagi. Kubuka perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara dan kemudian masuk ke kamar ibuku. Kulihat ibuku tertidur hanya memakai celana dalam dan BH. Tak dapat kupercaya mataku melihatnya setengah telanjang. Kupegang burungku dan kukocok dengan keras, ketika maniku akan keluar, kusemprotkan di selangkanganya dan di atas celana dalamnya. cepat-cepat aku kembali ke kamarku. Kupikirkan apa yang telah terjadi sampai aku terdidur.

Paginya masih seperti biasa ibuku tidak apa-apa. Aku masih penasaran, tahu nggak sih kelakuanku, gimana caranya untuk meyakinkan hal itu? Malam berikutnya aku ke kamar ibuku lagi, dia memakai celana dalam dan BH saja, tapi kali ini tidurnya miring. Wah…, gimana caranya ngocok nih. Aku mau kemut teteknya, mungkin dia akan membunuhku kalau sampai terbangun. Kucoba untuk merabanya, waduh gimana caranya ya…, aku gemetaran.., Kulihat ada vaseline di meja rias. Lalu kuambil dan kuoleskan pada burungku. Lalu aku nekad akan kucoba gesek-gesekan burungku ke ibuku. Aku naik ke ranjang dan berbaring di belakangnya dan mulai mengesek- gesekan burungku ke pantatnya. Dia masih tertidur, tidak bergerak. Kuselipkan burungku lebih bawah lagi diantara kakinya dan mulai kutekan-tekan. Sebenarnya aku takut dia bangun kalau aka kebanyakan bergerak, tapi aku nggak tahan. Aku pompa burungku keluar masuk di antara kakinya. Tak berapa lama maniku muncrat di antara kedua kakinya dan sebagian meleleh kena vaginanya. Aku kembali ke kamarku dengan pikiran dipenuhi bayangan vaginanya. Paginya masih seperti biasa, ibuku tidak ngomong apa-apa, sehingga menambah rasa penasaranku, masak sih dia tidak merasakan ada bekas vaseline dan maniku di kakinya.

 Kucoba untuk mengetesnya. Kutunggu di kamarku sampai jam 6 pagi. Aku tahu persis ibuku selalu bangun jam 7 pagi setiap hari, aku ke kamarnya dan menggesek-gesekan burungku di antara kakinya, butuh waktu 30 menit untuk muncrat di kakinya, kemudian akau keluar tiduran sambil menunggu apa yang akan terjadi. Jam 7 pagi ibuku bangun terus mandi. Aku keluar kamar terus ke dapur. Dia sedang sarapan dan bicaranya wajar seperti tidak ada apa-apa sambil mencuci piring. Aku ke kamar mandinya, kulihat celana dalamnya basah kuyup oleh maniku. Sekarang akau yakin sekali, ibuku tahu kelakuanku. Malah aku jadi bingung sendiri, soalnya ibuku tidak memperlihatkan perubahan apapun. Dia pergi ke supermarket dan kembali tiga jam kemudian. Aku masih memikirkan apa yang akan kulakun dengan ibuku malam ini. Kita nonton TV, kemudian ibuku bilang akan pergi tidur.

 Kutunggu hampir 2 jam, biar dia tidur nyenyak dulu. Kemudian masuk kamarnya dan kulihat dia tidur berselimut. sialan.., rupanya dia tidak suka aku kerjain. Aku sudah tegang banget, kuambil vaseline kuoleskan ke burungku kemudian akau naik keranjang. Dia tidur tengkurap dengan kakinya terbuka sangat lebar. Kucoba singkap selimutnya agar bisa mengocok di antara kakinya. Ketika kusingkap selimutnya, jantungku hampir berhenti berdenyut, dia telanjang bulat! Aku lihat vaginanya dengan jelas dan bibir vaginanya kelihatannya begitu hangat. Dengan tangan gemetaran kusentuh vaginanya perlahan kemudian kuusap- usap dengan lembut. Lama-lama vaginanya semakin basah, kemudian kutarik kedua kakinya berlawanan sehingga kakinya semakin membentang lebar. Tiba-tiba dia bergerak, posisinya menjadi miring membelakangiku. Tapi kedua kakinya masih terbuka lebar. Aku berbaring di belakangnya dan mulai mengocokkan burungku di antara kakinya dan kucoba menyentuh vaginanya.

 Dia tidak bergerak ketika perlahan-lahan burungku masuk makin dalam ke vaginanya. Aku mulai memompanya keluar masuk perlahan- lahan, kudengar dia mendesah kayaknya sedang mimpi. Aku nggak tahan lagi, sehingga kocokanku semakin keras dan cepat. Kurasakan cairan di vaginanya semakin deras. Aku juga merasakan sudah waktunya akan orgasme, tiba-tiba dia melepaskan burungku dari vaginanya sehingga maniku berhamburan di bibir vaginanya. Kemudian dia tidur lagi telentang dengan kedua kakinya dirapatkan. Kulihat kedua teteknya yang besar. Kemudian kujilat dan kuhisap- hisap. Ibuku mendesah-desah ketika kuhisap putingnya. Aku mulai menggesek-gesekan burungku lagi dan air maniku berceceran di antara teteknya. Aku kembali kekamarku dan sulit kupercaya apa yang telah terjadi aku telah ngentotin ibuku. Kemudian aku tertidur dengan nyenyak sekali.

 Pagi harinya kulihat ibuku memakai daster. Kulihat juga puting susunya di balik dasternya yang tipis. Dia tidak ngomong apapun tentang semalam. Heran.., kenapa dia melepaskan vaginanya sebelum aku orgasme. Aku masih takut-takut untuk mulai ngomong denganya. Siangnya ibuku pergi dengan temannya untuk menghadiri pesta perkawinan. Jam 11 malam baru pulang, mungkin jalan-jalan dulu. Dia bilang sangat lelah sekali dan ingin tidur dengan nyenyak. Ketika ngomong begitu dia tersenyum manis sekali kemudian menciumku dan bilang selamat malam. Kutunggu hampir 1 jam, kemudian kulepas semua pakaianku kemudian kekamar ibuku, pintunya terbuka. “Wwaaw..!,

Dia tidur telanjang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Tidurnya telentang dengan kedua kakinya terbuka sangat lebar. Aku berlutut di antara kedua kakinya dan mulai mengelus-elus vaginanya dengan tangan sebelahnya kuusap-usap putingnya. Vaginanya semakin basah saja dan burungku semakin keras. Kuarahkan burungku ke vaginanya, “Hmm…, nikmatnya”, dan dia kudengar mendesah juga. Kurasakan otot vaginanya meremas- remas burungku sehingga aku mulai memompa lebih cepat dan keras. Aku hisap putingnya juga. Ibuku terbangun!, dengan suaranya yang perlahan nyaris tak terdengar dia bilang, “Oh.., Ikin apa yang kamu lakukan?, aku ibumu”. “Aku sangat mencintaimu Mam dan aku akan ngentotin Mami jika Mami menginginkanya juga” Kemudian dia bilang sambil mendesah, “Ok, tapi jangan semprotkan di dalam, Aku tak mau dihamili anaku sendiri”.

Ketika kudengar itu, kugenjot semakin keras dan keras. Dia bilang, “Oh Kin, Yang keras lagi dong. Mami suka burung besarmu. Oooh.., Mami mau sampai, Kin, Mami…, ssaammpppaaii…” Kugenjot tambah keras lagi. Kurasakan aku mau sampai juga. “Aku ingin semprotkan di dalam Mam, Akan kusemprotkan semuanya di dalam.” “Jangan kin…, tolong jangan…, Mami tidak pakai kontrasepsi…, ntar Mami hamil anakmu” “Nggak bisa Mam, aku sangat menginginkanya. Sekaranghh Mam…, Mam aku sampai” “Kin manimu panas sekali, Mami suka sekali sayang.” “Tapi.., iyer.., terus sayang.., teruskan..,a..aahh” Ternyata dia sangat menyukainya, so kita ngentot tiap hari sampai ayahku pulang. Setelah itu, kita selalu tidur sekamar kalau ayah keluar kota lagi. Sekarang umurku 18. Ibuku 38 dan kita masih ngentot terus. Ibuku hamil, tapi dia putuskan untuk mengugurkannya karena dia tidak ingin punya bayi dariku. Tapi dia bilang, boleh ngentotin dia terus kalau ayah bepergian.


Tags : Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum , Cerita Hot, Cerita Dengan Ibu Kandung, Cerita Perawan, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Hot Terbaru, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Sex Terbaru, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita BF, Cerita Khusus Dewasa, Cerita Sex Pemerkosaan.

Cerita Sex Dengan Mama Kandung

Cerita Sex Dengan Mama Kandung - Cerita Sex Dengan Ibu Kandung Sendiri - Mama saya, seperti kebanyakan wanita wanita lain, sangat senang dengan tanaman. Di usia nya yang separuh baya, hampir sebagian waktunya dihabiskan untuk mengurusi bunga-bunganya yang nyaris memenuhi seluruh halaman rumah kami yang luas. Setiap sore mama selalu berada di halaman belakang, terbungkuk - bungkuk merawat bunga- bunga kesayangannya. Jika liburan begini, biasanya sepanjang sore kubahiskan waktu untuk memperhatikan Mama.

Cerita Sex Dengan Mama Kandung
Cerita Sex Dengan Ibu Kandung

Cerita Sex Dengan Mama Kandung - Terus terang, saya senang sekali mencuri - curi pandang pada gundukan payudaranya yang hampir menyembul dari belahan dasternya, pahanya yang sekali- sekali tersingkap jika Mama menungging, atau memeknya yang membayang dari celana dalamnya yang jelas terlihat sewaktu Mama berjongkok. Sewaktu waktu, dengan tidak sengaja, Mama membungkuk kearah ku yang lagi asyik duduk di gazebo. Kedua belah payudaranya yang tanpa beha hampir seluruhnya keluar dari leher dasternya.

Kedua putting payudaranya jelas-jelas terlihat. Mungkin karena gerah, Mama tidak mengancingkan hampir separo kancing dasternya. Aku hanya bisa melongo, batang kontolku langsung ereksi, kalau nggak cepat cepat aku ngacir, mungkin Mama bisa melihat separo batang kontolku yang udah keluar dari pinggang celanaku. Suatu hari, aku benar benar ketiban rezeki. Nggak sengaja Mama memberikan tontonan yang membuatku terangsang berat. Seperti biasa aku sedang duduk duduk di gazebo, bertelanjang dada seperti biasa, aku hanya memakai blue jeans ketat kegemaranku. Sambil mengembalikan kesadaranku, maklum habis tidur siang, aku menemani Mama di halaman belakang.

Sambil ngobrol mengenai acara wisudaku, Mama asyik dengan bunga-bunganya. Entah kenapa, mungkin karena keasyikan ngobrol, Mama nggak sengaja jongkok tepat di depan mataku. Walaupun sedikit tertutup dengan tumpukan pupuk, dan ranting ranting daun, aku jelas - jelas melihat gundukan memeknya, mulus tercukur tanpa satu helai rambut. Ya ampun, mungkin Mama lupa memakai celana dalam !!!. Kontan aku jadi terangsang luar biasa. Saking terpananya, aku nggak peduli lagi sama batang kontolku yang udah menerobos keluar, menjulang gagah sampai ke atas pusarku. Aku baru sadar sewaktu Mama terbelalak melihat kontolku. Jelas-jelas saja Mama kaget, saking panjangnya,kontolku kalo lagi ereksi bisa sampe ke ulu hati.

Dengan wajah merah karena jengah, aku bangkit dan ngacir ke gudang belakang. Di tengah kegelapan ku buka resluiting jensku dan mulai mengocok kontolku. Tiba tiba pintu terbuka, membelakangai sinar matahari sore - Mama berdiri di pintu, tangan kanannya masih memegang sekop kecil. Mama menatap kontol raksasaku, dan jembutku yang lebat, kemudian menatap wajahku dan badanku yang kekar. Aku hanya bisa melongo, tanpa berusaha menghentikan kocokan ku. “Ya ampun !”, hanya itu yang keluar dari mulut Mama, entah apa yang dia maksudkan. Ku kocok sekali lagi kontolku, membiarkan Mama melihat kedua tanganku yang menggenggam erat pangkal dan ujung kontolku yang mulai memerah.

Ku kocok lebih cepat lagi, sementara tangan kananku menarik celana dalamku ke bawah, biar Mama melihat kedua biji kontolku yang bergerak ke sana ke sini seirama kocokanku pada batang kontolku. Terpana oleh pemandangan di depan matanya, atau mungkin karena melihat ukuran kontolku yang super besar, Mama beranjak masuk sambil menutup pintu gudang di belakangnya. Mama mendekatiku sambil mulai melepas satu persatu kancing dasternya dan kemudian melepaskannya, benar ternyata Mama tidak memakai beha. Kedua bulatan tetek-nya benar- benar membuatku terangsang, walaupun sudah turun namun ukurannya hampir sebesar melon. Minimnya cahaya yang masuk ke gudang membuat kedua pentilnya tidak jelas terlihat warnanya. Mungkin coklat kehitaman.

Aku hanya bisa berkata lirih , “Oh, Mama, tetek Mama benar- benar hot!!”. Dengan beberapa langkah, aku kedepan menyongsong Mama, sambil tanganku berusaha menggapai salah satu bulatan payudaranya. Sambil berjalan, kontolku tegak menjulang di udara. Aku benar - benar terangsang. Ku peluk pinggang Mama, mulutku terbuka dan lidahku menjulur keluar. Ujung lidahku akhirnya menyentuh pentil susu Mama yang besar dan kecoklatan. Astaga… kontolku serasa akan meledak. Tergesa gesa, Aku mengisap dan meremas teteknya yang lain dengan tanganku. Kontolku yang terjepit diantara perutku dan perut Mama tiba tiba mengeras lalu… cruttttttt cruttttttt crutttttttttt.. semprotan demi semprotan kontolku meledak menyemburkan cairan putih kental membasahi sebagian perut dan tetek Mama. Tanpa perubahan ekspresi, Mama dengan tenang menggenggam batang kontolku dan meremas ujung nya, cairan maniku keluar lagi membasahi telapak tangannya.

 Di sela sela kenikmatan yang kurasakan aku hanya bisa menatap ke bawah, air maniku membasahi seluruh tangan dan lengan Mama, beberapa semprotan jatuh ke pangkal paha Mama. Masih di tengah keremangan gudang, tanpa banyak kata-kata, Mama meraih tanganku dan menggosok-gosokan ke memeknya. Terasa gatal tanganku sewaktu telapak tanganku bergesekan dengan permukaan memeknya yang dipenuhi bulu-bulu pendek. Seumur hidupku baru kali inilah akud dapat melihat memek Mama dari dekat. Belum ada lima menit, aku keluar lagi, kali ini air maniku menyemprot tepat di permukaan memeknya. Kali ini Mama memandangku sambil tersenyum. Aku jadi salah tingkah.

Walaupun sudah dua kali aku keluar, batang kontolku masih keras, bahkan semakin keras saja, agak sakit jadinya. Mama semakin membuatku terangsang dengan belaian-belaian tanganku pada memek dan kedua buah payudaranya. Aku membungkuk ke depan dan mulai mengulum tetek Mama sementara tanganku yang lain meremas remas tetek yang lain. Membelai dan memencet pentilnya yang mengeras. Kedua tangan Mama menggenggam batang kontolku dan aku mendorong ke memeknya Di tengah desisan-nya Mama melenguh ketika ujung kontolku menyentuh memeknya.

Di tariknya tanganku ke dalam. Mama kemudian duduk di bibir bak mandi dan kemudian mengangkang-kan pahanya. Ku himpitkan badanku ke tubuh Mama, wajahku ku susupkan dicelah kedua bukit payudaranya. Ku hisap yang satu.. kemudian yang lain. Tangan Mama lagi lagi mencengkram batang penisku dan kemudian mendorongnya masuk ke dalam memeknya. Kurasakan hangat dan basah, dan kemudian kudorong dengan pinggulku, hampir setengahnya, kemudian kurasakan sudah tidak bisa masuk lagi. “Sshh…egh..!” Mama mendesis. Aku mulai memompa kontolku keluar dan masuk, mulutku tetap mengulum kedua teteknya bergantian. Semakin lama semakin cepat aku memompa, dan kemudian terasa aku akan keluar lagi. Mama mulai ikut memompa, menyambut tusukkan-ku.

 Menggelinjang dan mengerang. Tidak berapa lama kemudian Mama mengerang agak keras, dan aku bisa merasakan badannya tergetar sewaktu ia berteriak tertahan. Batang Kontolku kemudian menjadi semakin basah saat cairan hangat dan kental keluar dari memeknya. Aku masih terus bertahan memompa, dan kemudian, sewaktu aku merasa akan keluar, kudekap pantat Mama erat-erat dan ku benamkan batang kontolku sedalam dalamnya. Kontolku kemudian meledak, semprotan demi semprotan air mani keluar, jauh didalam memek Mama. Separuh orgasme, kutarik keluar dan kukocok, air mani keluar lagi membasahi tetek Mama. Kugosok - gosokkan ujung penisku di kedua pentil nya yang membesar. Kemudian kutekan kedua bulatan payudara Mama dan menyusupkan batang kontolku di celah antara keduanya. Kugosok gosok kan terus sampai air maniku berhenti keluar.

 Mama tersenyum, dagu, leher dan dada Mama penuh dengan air maniku. Entah berapa banyak air mani yang kusemprotkan waktu itu. Pada semprotan yang terakhir, aku melenguh keras. Takut jika ada yang mendengar..Mama mendekap kepalaku di dadanya. Setelah itu kukenakan blue jeansku, sambil tersenyum malu aku keluar dari gudang itu. Sewaktu menutup pintu kulihat Mama mengguyur tubuhnya dan mulai menyabuni pangkal pahanya. Sungguh sexy dan aku terangsang lagi. “Mandi berdua dengan Mama ? Wow !” pikirku. Aku masuk lagi ke dalam. Mama melihatku mengunci pintu dan tersenyum kearahku penuh arti



Tags : cerita sex, cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita sex,cerita.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
(˘̀^˘́҂)ҧ Design by uncensored8 | By Maling Durjana DMCA_logo-200w Pelacur Gratis Fast loading | Sexy Analytic (˘̀^˘́҂)ҧ